Rabu, 9 September 2009 18:53 WIB News Share :

RSB Melati Husada "banjir" bayi

Malang–Rumah Sakit Bersalin (RSB) Melati Husada yang berlokasi di Jalan Kawi Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, “kebanjiran” bayi yang lahir tepat pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009.

Humas RSB Melati Husada Malang, Asri Anggun Lestari, mengatakan, pasien atau ibu melahirkan yang bertepatan dengan angka “triple” 9 itu sebanyak 16 orang dengan 17 bayi, karena satu di antaranya melahirkan bayi kembar yakni pasangan Widiati dan Wirawan dengan berat saat lahir 2,7 kg dan panjang 49 cm serta 2,5 kg dan panjang 48 cm.

“Dari 17 bayi yang lahir tepat pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 itu ada jam kelahirannya juga pukul 9 lebih 9 menit WIB yakni pasangan Monica dan Yudhi. Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 3,45 kg dan panjang 50 cm,” kata Asri.

Menurut dia, dari 17 persalinan tepat pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 tersebut, dua di antaranya melalui persalinan normal dan selebihnya melalui operasi caesar. Namun, persalinan ceasar tersebut bukan karena atas permintaan pasien melainkan akibat harus dilakukan tindakan medis.

Ia mengakui, pasien yang melahirkan tepat pada angka 999 itu rata-rata perkiraan kelahiran menurut hitungan dokter adalah tanggal 1-20 September dan pasien bersangkutan rata-rata sudah memesan kamar satu bulan lalu, karena khawatir ketika waktunya melahirkan sudah tidak ada kamar lagi.

Dokter yang menangani para pasien yang melahirkan tepat pada angka 999 itu adalah dr Bambang Raharjo SpOG, dr. Syamsul SpOG, dr Rahajeng SpOG, dr Nuke SpOG dan dr Samudra SpOG.

Menyinggung tren pasangan yang berburu melahirkan tepat pada tanggal 9 bulan 9 tahun 2009 itu, Asri mengatakan, berdasarkan hitungan China angka 9 membawa hoki dan diharapkan rezeki dan harta akan melimpah.

“Selain itu banyak juga yang menginginkan anaknya lahir yang nantinya berulang tahun bersamaan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga lahir pada tanggal 9 bulan 9,” tegasnya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…