Rabu, 9 September 2009 15:12 WIB Karanganyar Share :

Razia ayam Tiren diduga bocor

Karanganyar (Espos)–Razia daging ayam mati kemarin (Tiren) oleh tim gabungan Pemkab Karanganyar di Pasar Jungke, Karanganyar kota, Rabu (9/9) pagi, diduga bocor.

Akibatnya petugas gagal menangkap basah sejumlah pedagang ayam yang diduga menjual ayam Tiren. Sejumlah los yang diduga biasa digunakan pedagang untuk menjual daging ayam Tiren juga terlihat tutup sebelum petugas gabungan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) dan Satpol PP tiba di lokasi, sekitar pukul 06.00 WIB.

Informasi yang diperoleh Espos, biasanya para pedagang itu masih berjualan hingga pukul 07.30 WIB lebih. Namun pada hari itu, hampir semuanya tidak membuka losnya. Diduga, informasi akan ada razia dari petugas telah bocor sebelumnya.

Dugaan penjualan daging ayam Tiren sendiri muncul lantaran maraknya penjualan daging ayam dalam bentuk rebusan. Diduga, ayam rebusan itu untuk menyamarkan bau dan ciri-ciri yang ditemukan pada ayam Tiren.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkan Karanganyar, Rusjayanto, mengatakan pihaknya memang mendapatkan laporan di Pasar Jungke banyak beredar daging ayam Tiren. Razia peredaraan daging sendiri, baik daging ayam maupun daging sapi, semakin gencar dilakukan petugas menyusul semakin meningkatnya permintaan kebutuhan daging di tengah masyarakat menjelang Lebaran ini.

“Pada razia kali ini, kami memfokuskan pada daging ayam Tiren, daging sapi glonggongan, serta produk hasil pengolahan daging seperti bakso berformalin atau boraks. Kalau daging glonggongan hampir tidak ada. Kebutuhan daging di Karanganyar sangat sedikit, hanya seekor sehari, sehingga tidak banyak,” terangnya.

dsp

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…