Rabu, 9 September 2009 20:59 WIB Ekonomi,Internasional Share :

Minyak naik sebelum pertemuan OPEC

London–Harga minyak bergeser lebih tinggi pada Rabu, karena para investor menunggu hasil dari rapat produksi OPEC dan karena Shell dipaksa untuk menghentikan produksi dari lapangan di Nigeria.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah “light sweet” untuk pengiriman Oktober naik 12 sen menjadi 71,22 dolar per barel.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 10 sen ke 69,52 dolar per barel di perdagangan pagi London. Sebuah komite pengawas produksi OPEC mengatakan akan secara resmi merekomendasikan kartel untuk tidak membuat perubahan produksi pada pertemuan Rabu di Wina.

Komite mendesak untuk meningkatkan kepatuhan pemotongan yang telah disetujui, kata Menteri Perminyakan Kuwait, Sheikh Ahmad Abdullah al-Sabah kepada wartawan.

Menteri Minyak Saudi Ali al-Naimi – yang negaranya adalah produsen minyak terbesar  di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak – mengatakan dalam Austriam Capital: “Pasar berada dalam kondisi sangat baik, sangat baik diberikan.”

“Dengan peningkatan harga minyak sejak akhir 2008/awal 2009, ada sedikit tekanan untuk menyesuaikan produksi untuk menekan harga minyak lebih tinggi,” analis dari Commonwealth Bank of Australia mengatakan dalam sebuah laporan.

“Memang, kenaikan harga minyak lebih besar dapat merugikan pemulihan ekonomi internasional.”

Anggota OPEC, yang bersama-sama memompa 40 persen minyak dunia, setuju dalam akhir tahun 2008 untuk menghapus sebesar 4,2 juta barel per hari produksi dari pasar karena berusaha untuk menopang harga yang runtuh.

Harga minyak mencapai puncaknya di atas 147 dolar pada Juli tahun lalu sebelum jatuh menjadi 32 dolar pada bulan Desember, telah dua kali lipat sejak awal tahun 2009 dan baru-baru ini menyentuh 75 dolar.

Di tempat lain pada hari Rabu, grup minyak Inggris- Belanda Shell mengatakan telah menghentikanproduksi  minyak 115.000 barel per hari pada bagian  ladang minyak EA di selatan Nigeria, kareana “alasan operasional.”

Perusahaan mengatakan penutupan bisa bertahan “hari atau minggu.”

“Kami menghentikan produksi di ladang minyak EA karena alasan operasional. Unit fasiitas Produksi Terapung, Penyimpanan dan Pembongkaran (FPSO) ditutup untuk perbaikan pada hari Senin,” kata juru bicara Shell, Tony Okonedo kepada AFP.

“Sekitar 115.000 barel per hari produksi telah ditangguhkan,” ia menambahkan.

Okonedo tidak bisa mengatakan ladang minyak, yang baru-baru ini kembali operasi setelah ditutup selama tiga tahun setelah serangan militan, akan dibuka kembali.

Produsen energi Inggris lainnya, BG Group, mengumumkan Rabu bahwa menemukan ladang minyak dan gas di lepas pantai Brasil dengan kandunga antara 1,1 dan 2,0 miliar barel.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…