Rabu, 9 September 2009 16:44 WIB Hukum Share :

Komplotan pencuri gasak Kijang Innova

Solo (Espos)–Komplotan pencuri menggasak sebuah mobil Toyota Kijang Innova milik Prasetya M, 48, yang diletakkan di halaman rumahnya di Jl Patimura No 141 Serengan, Rabu (9/9).

Diduga, pelaku beraksi dini hari saat korban dan keluarganya terlelap tidur. Pencurian tersebut baru diketahui oleh korban sekitar pukul 05.00 WIB. Informasi yang dihimpun Espos, menyebutkan, di rumah tersebut terdapat tiga buah mobil.

Mobil Kijang Innova warna hijau metalik dengan nomor polisi (Nopol) AD 9465 KD diletakkan di carport dengan mobil lainnya yaitu Honda Jazz. Sedangkan mobil Daihatsu Xenia dimasukkan ke dalam garasi mobil. Korban kaget ketika pagi harinya mendapat kabar jika mobil Kijang Innova miliknya hilang. Padahal, rumahnya telah ada pagar yang diberi gembok. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp 150 juta.

Dalam melancarkan aksinya, diduga pelaku memotong gembok pagar rumah korban. “Mungkin gemboknya dipotong karena sebelumnya memang pintu pagar sudah digembok,” ungkap dia saat dihubungi Espos.

Setelah berada di halaman rumah korban, pencuri memilih mengambil Kijang Innova. Ada dugaan, pelaku kesulitan membuka pintu mobil hingga akhirnya memecahkan kaca mobil agar pintu dapat dibuka. Saat mendatangi lokasi kejadian, polisi menemukan pecahan kaca mobil.
Prasetya menjelaskan, sebelum kejadian sekitar pukul 00.00 WIB dirinya mengecek dan mobil miliknya masih ada.

Pencurian mobil kali ini hanya berselang dua hari dari kejadian sebelumnya saat sebuah mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi (Nopol) AG 1041 DE raib saat diparkir di salah satu pusat perbelanjaan di Jl Slamet Riyadi, Pajang, Laweyan, Senin (7/9) malam. Mobil yang dikemudikan oleh Maryono, 33, warga Jl Nusa Indah No 288 RT 07/RW II, Tulungrejo, Pare, Kediri hilang dicuri saat ditinggal belanja.
dni

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Krisis Kepribadian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (19/7/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Manusia harus menjadi majikan (penguasa) atas hawa nafsunya. Artinya ia berdaulat…