Rabu, 9 September 2009 10:34 WIB News Share :

Kerugian akibat gempa Jabar diprediksi Rp 322 miliar

Bandung–Wakil Bupati Tasikmalaya HE Hidayat memperkirakan kerugian sementara akibat gempa bumi dengan 7,2 skala richter yang terjadi 2 September lalu di Kabupaten Tasikmalaya mencapai Rp 322 miliar.

“Ini masih perkiraan sementara,” kata bupati kepada Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Meneg PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paskah Suzetta di Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (9/9).

Ia mengatakan, kerugian yang dialami terutama hancurnya rumah-rumah penduduk, yang mencapai 11.939 rusak berat dan rusak ringan mencapai 30.997 rumah.

Sementara fasilitas pendidikan sebanyak 172 sekolah rusak berat dan sebanyak 179 madrasah yang juga rusak berat serta 314 madrasah dan 13 pondok pesanatren mengalami rusak ringan.

Untuk sarana pendidikan saja kita butuh Rp 85 miliar, katanya, seraya menambahkan sedangkan fasilitas umum yang rusak meliputi 87 kantor rusak berat, 159 kantor rusak ringan, 517 mesjid rusak berat dan 1.036 mesjid rusak ringan.

Untuk perkantoran terutama di desa-desa dan jumlah dana APBD yang tersedia untuk bencana sebesar Rp1,4 miliar.

Korban jiwa, menurut data Satuan Koordinsi Pelaksana Penangulangan Bencana mencapai lima orang dan korban luka mencapai 108 orang. Sementara pengungsi mencapai 38.296 kepala keluarga atau sebanyak 142.577 jiwa.

Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, pemerintah akan melakukan penilaian sebagai dasar penggantian kerugian.

Ia mengatakan, pembiayaan penanganan bencana berasal dari pemerintah pusat melalui APBN, Pemerintah daerah melalui APBD dan juga partisipasi masyarakat.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…