Rabu, 9 September 2009 13:17 WIB News Share :

Indonesia naikkan target kunjungan wisman

Jakarta–Indonesia akan menaikkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi sekitar 7 juta pada 2010.

“Kemungkinan besar kami akan menaikkan patokan target kunjungan wisman setidaknya tujuh juta wisman tahun depan,” kata Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar), Sapta Nirwandar, di Jakarta, Rabu (9/9).

Ia mengatakan, rencana menaikkan target dari yang tahun ini dipatok 6,4 juta wisman menjadi sekitar tujuh juta didasari oleh pertumbuhan positif sektor pariwisata Indonesia.

Menurut dia, Indonesia merupakan satu dari sebagian kecil negara di kawasan Asia Pasifik yang sektor pariwisatanya tumbuh positif seperti halnya Malaysia dan Korea.

“Tiga negara di Asia pariwisata tumbuh positif sedangkan yang lain sebagian besar justru negatif,” katanya.

Malaysia hingga semester 1 2009 mengalami pertumbuhan pariwisata sebesar 3,5 persen dan Indonesia sebesar 2,56 persen.

Fakta itu, kata Sapta, menjadi bukti bahwa faktor-faktor penghambat pertumbuhan seperti krisis global, peristiwa bom, dan bencana gempa tidak berpengaruh signifikan terhadap sektor pariwisata di tanah air.

“Untuk target tahun ini kita optimistis akan tercapai bahkan melampaui atau di sekitar angka 6,5-6,6 juta wisman,” katanya.

Demi mendongkrak jumlah kunjungan wisman, pihaknya secara ofensif melakukan promosi dan pemasaran langsung ke sejumlah negara yang menjadi target pasar dengan kontribusi wisman yang positif.

“Kita ofensif melakukan pemasaran ke daerah yang tumbuh positif seperti Australia, China, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Eropa Timur, dan Timur Tengah,” katanya.

Soal tema pariwisata, pihaknya berencana melanjutkan tema tahun ini yakni Marine and Mice dengan penambahan pada tema-tema kultural.

ant/fid

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…