Selasa, 8 September 2009 19:33 WIB Solo Share :

Serangan jantung, KGPH Kusumayuda tutup usia

Solo (Espos)–Keraton Kasunanan Surakarta berduka, menyusul meninggalkan Pengageng Kusuma Wandawa, KGPH Kusumayudha di usia 54 tahun, Selasa (8/9).

Adik kandung Pakubuwana (PB) XIII Hangabehi tersebut meninggal di Rumah Sakit (RS) Kustati, pukul 05.10 WIB, lantaran mengalami serangan jantung.

Jenazah putra PB XII dari garwa ampil KRAy Pradapaningrum itu disemayamkan di Sasana Mulya, kompleks Keraton Kasunanan Surakarta dan bakal dimakamkan di pemakaman raja dan anak raja di Pajimatan Imogiri, Rabu (9/9) ini, pukul 09.00 WIB.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa, KRA Winarno Kusumo, ditemui Espos, di Sasana Mulya, Selasa, mengatakan seluruh keluarga besar Keraton Surakarta sangat kehilangan atas meninggalnya KGPH Kusumayudha.
Sebab, kakak kandung GKR Wandansari tersebut telah memberikan sumbangsih besar dalam mengatur kehidupan di keraton, terutama yang berkaitan dengan keperluan putera/puteri langsung raja atau putera sentana.
“Keraton sangat kehilangan. Karena beliau sebagai Pengageng Kusuma Wandawa sejak tahun 2005, maka bertanggung jawab dalam banyak agenda penting keraton, seperti jumenengan, kirab, sampai mewisuda kerabat keraton. Beliau juga memegang peran vital dalam penobatan PB XIII,” tutur Winarno.

Menurut Winarno, KGPH Kusumayudha yang hingga meninggal belum menikah itu memang telah mengalami sakit ginjal, bahkan sempat menjalani oeperasi di Jakarta. Akhir-akhir ini, kondisi putra raja yang pernah mengenyam pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tersebut memang kurang sehat akibat kambuhnya penyakit ginjal dan terforsirnya tenaga serta pikiran untuk berbagai kegiatan keraton.

Sebelum mengalami serangan jantung dan dibawa ke RS Kustati, Selasa pagi, KGPH Kusumayudha sempat ikut makan sahur.

Sementara itu, pemakaman putra ke empat PB XII dari KRAy Pradapaningrum itu direncanakan berlangsung dengan adat keraton. Upacara pemakaman dilangsungkan di Sasana Mulya, sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah upacara, jenazah akan dimakamkan di Pajimatan Imogiri. Putra PB XIII Hangabei, GPH Mangkubumi direncanakan  bertindak sebagai senopati lampah, yang memimpin pemberangkatan jenazah, hingga diterima Bupati Juru Kunci Pajimatan Imogiri, KPH Suryanagara.

Salah satu kerabat almarhum, GPH Dipokusumo, juga menyatakan kehilangan luar biasa atas meninggalnya KGPH Kusumayudha. Menurut dia, selama ini, almarhum telah memberikan banyak hal untuk Keraton Surakarta.
GPH Dipokusumo sendiri tidak menyangka, almarhum meninggal lantaran selama berkomunikasi setiap hari yang berangkutan tampak segar bugar.

tsa

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Krisis Kepribadian

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (19/7/2017). Esai ini karya Indra Tranggono, pengamat budaya yang tinggal di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah indra.tranggono23@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Manusia harus menjadi majikan (penguasa) atas hawa nafsunya. Artinya ia berdaulat…