Selasa, 8 September 2009 21:02 WIB Wonogiri Share :

Masyarakat Wonogiri keluhkan banyaknya Gepeng

Wonogiri (Espos)–Warga Wonogiri mengeluhkan banyaknya gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang berkeliaran di kampung dan Pasar Kota Wonogiri. Menurut warga, Gepeng menjelang Lebaran tahun ini cukup banyak sehingga membuatnya risih.

Ny Suyatni Joko dan Ny Wiwik, keduanya warga Wonogiri, mengaku tidak nyaman saat akan membeli kelengkapan dapur di Pasar Wonogiri. “Belakangan ini, pengemis yang berkeliaran di pasar semakin banyak. Kami risih, karena dalam waktu lima menit sudah ada dua sampai lima pengemis, sehingga keinginan awal untuk membeli kelengkapan dapur dan kebutuhan sehari-hari terganggu,” ujar Ny Suyatni, Selasa (8/9).

Menurutnya, belakangan ini, pengemis yang berdatangan secara bergerombol. “Saya agak heran, kenapa anak-anak kecil juga diajak. Jadi boleh dikata, pengemis satu keluarga keluar bersamaan. Saya pun harus bersabar.”
Hal senada dikemukakan oleh Ny Wiwik, warga Wonoboyo, Wonogiri. Dia mengaku heran, karena pengemis terkadang datang pagi hari saat dirinya akan berangkat kerja.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Wonogiri, Siti Muchalimah, ditemui Espos, menyatakan razia rutin terus dilakukan, namun ternyata tidak mampu menghapus para Gepeng.

“Menjelang Lebaran ini, kami akan turunkan tim untuk meningkatkan rutinitas razia. Kami pun tertarik dengan peraturan di Jakarta soal pemberian sanksi bagi pemberi uang kepada pengemis. Jika peraturan itu cukup efektif, kami akan mengajukan untuk pembuatan Perdanya,” kata Muchalimah yang biasa dipanggil Imah.

Dijelaskan oleh Imah, para Gepeng yang berkeliaran di Wonogiri kebanyakan berasal dari luar daerah. “Kendala yang kami hadapi, terkadang Gepeng dibuang di daerah sepi atau hutan pada malam hari. Tim gabungan yang terdiri atas petugas Satpol PP, polisi atau Badan Kesbangpol & Linmas terkadang harus kejar-kejaran saat razia. Kami sudah berkoordinasi dengan daerah tetangga untuk melakukan pembinaan atau mengirim Gepeng ke panti, agar tidak menimbulkan persoalan baru.”

 

tus

lowongan kerja
lowongan kerja, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…