Selasa, 8 September 2009 16:02 WIB News Share :

Kencan atas inisiatif Nasrudin, pertemuan kedua kian hot

Jakarta–Atas inisiatif Nasrudin Zulkarnaen, Rhani Juliani kembali menemui Antasari Azhar di Hotel Gran Mahakam. Dalam pertemuan kedua, Antasari dan Rhani makin mesra. Antasari minta pijit dan menciumi istri siri Nasrudin itu.

Dalam pemeriksaan polisi 10 Mei 2009, Rhani mengaku kembali mengajak bertemu Antasari karena disuruh Nasrudin. Rhani akan meminta Antasari membantu saudaranya yang bekerja di BUMN yang tidak kunjung dilantik. 

“Saya disuruh oleh suami saya untuk janjian bertemu kembali dengan Pak Antasari Azhar mengenai SK di BUMN yang belum dilantik. Cara saya menghubungi (Antasari) dengan cara mengirim SMS,” kata Rhani seperti dikutip sumber di kepolisian kepada detikcom, Selasa (8/9).

Antasari membalas SMS Rhani dan janjian bertemu di kamar 803 lantai 8 Hotel Gran Mahakam. Di kamar inilah sebelumnya Rhani dan Antasari sudah sempat bertemu. Dalam pertemuan pertama, Antasari ingin memeluk perempuan 22 tahun itu, tapi Rhani menolak dengan mendorong ketua KPK nonaktif itu dan mengatakan ‘next time’.

Sebelum menuju kamar 803, Rhani sempat ditelepon sang suami saat menuju lift. Kepada Nasrudin, Rhani memberitahu ia ada di kamar 803. Sampai di depan kamar, Rhani yang kala itu mahasiswi semester dua langsung masuk karena pintunya tidak dikunci.

Di kamar itu tampak Antasari sendirian sedang membuat kopi. Rhani lalu duduk di sofa di kamar tersebut. Saat duduk itulah Nasrudin kembali menelepon dan minta agar handphone Rhani tidak dimatikan karena ingin mendengar pembicaraan istrinya dengan Antasari.

Tidak lama setelah itu Antasari menghampiri Rhani. Antasari mengaku capai sehingga minta istri Nasrudin itu memijitnya. “Setelah duduk di sofa saya dan Pak Antasari Azhar berbicara tentang SK yang saya akui punya saudara saya yang berada di BUMN yang belum dilantik kemudian Pak Antasari Azhar pindah duduk ke samping saya dan mengatakan bahwa Pak Antasari Azhar capek dan minta dipijitin sama saya,” kata Rhani, masih seperti keterangan sumber¬†di kepolisian.

“Pak Antasari Azhar minta dipijitin di tempat tidur terus saya menjawab pijit di sini saja dan kemudian saya pijitin Pak Antasari,” kata Rhani seperti dikutip sumber detikcom.

Adegan makin panas setelah aksi pijit-pijit itu. Setelah dipijit, Antasari balik badan dan mencium Rhani. Istri Nasrudin itu diam saja karena saat peristiwa itu terjadi, ponsel Rhani masih ‘online’ dengan Nasrudin. Sementara Rhani diam, Antasari justru makin minta ‘macam-macam’. Antasari bahkan minta Rhani melakukan ‘hands job’. Namun keduanya tidak melakukan hubungan yang lebih intim lagi.

Pengacara Rhani Juliani tidak membantah semua keterangan sumber tersebut soal kesaksian Rhani dalam pemeriksaan. “Prinsipnya, kalau itu tertuang dalam pemeriksaan, berarti semua benar karena itu bisa dipertanggungjawabkan,” katanya saat berbincang dengan detikcom.

Sementara pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, sebelumnya membantah kliennya melakukan hubungan intim dengan Rhani. “Biasalah omongan-omongan. Bukan berhubungan intim. Itu kata Rhani tapi dibantah sama AA. Itu tidak benar,” kata Ari, Kamis (27/8)lalu.
dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…