Selasa, 8 September 2009 20:46 WIB Sukoharjo Share :

Karangtengah & Karakan bakal segera terhubung

Sukoharjo (Espos)–Wilayah Desa Karangtengah dan Desa Karakan, Kecamatan Weru bakal terhubung, menyusul disetujuinya proyek pembangunan jembatan baja di daerah itu melalui bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MD).  

Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Weru, Sarwiyanto, mengatakan total dana bantuan PNPM MD yang digelontorkan untuk pembangunan jembatan baja dengan panjang 16 meter dan lebar 2 meter berjumlah Rp 138.923.200. Jembatan itu akan dibangun di Dukuh Gangin Kulon, Desa Karangtengah dan Dukuh Gangin Wetan, Desa Karakan.

“Pembangunan jembatan tersebut sudah menjadi prioritas masyarakat dalam program PNPM MD tahun 2009, makanya kami setujui. Apalagi, selama ini akses masyarakat di kedua desa itu terbatas, karena hanya menggunakan jembatan sesek seadanya dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat,” terang Sarwiyanto kepada <I>Espos<I> di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan realisasi pembangunan jembatan baja akan dimulai awal Oktober mendatang. Sarwiyanto berharap, keberadaan jembatan baja di Desa Karangtengah bisa mempermudah akses masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi maupun pertanian.

Selain itu, dengan dibangunnya jembatan, nantinya diharapkan mampu mengatasi banjir yang selama ini kerap terjadi di kedua desa tersebut. “Pembangunan jembatan, termasuk pembangunan talut pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan, ditarget tiga bulan selesai,” tandas Sarwiyanto.

Sekretaris UPK, Sri Lestari, menambahkan selain berasal dari bantuan PNPM MD, pembangunan jembatan baja di Desa Karangtengah juga didukung dana swadaya masyarakat. “Untuk swadaya, kami serahkan sepenuhnya ke masyarakat. Yang jelas, masyarakat di sekitar jembatan sangat mendukung, karena mereka nanti tak perlu lagi jauh-jauh memutar ke desa lain.
m78

lowongan kerja
lowongan kerja PT Astra International tbk Daihatsu Solobaru, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…