Selasa, 8 September 2009 19:08 WIB Info Mudik,Sragen Share :

Kapolda
Kapolres harus koordinasi dengan Pemda soal pengawasan perlintasan

Sragen (Espos)–Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo meminta seluruh jajaran kapolres berkoodinasi dengan Pemerintah daerah (Pemda) untuk mengawasi perlintasan kereta api tanpa palang pengaman.

Hal ini menyusul terjadinya kecelakaan KA Argo Wilis dengan mobil Toyota Kijang yang merenggut enam korban jiwa.

Kapolda didampingi Kapolwil Surakarta Kombes Pol Erry Subagyo dan seluruh jajaran Kapolres se-Surakarta dalam peninjauan ke Pos Pengamanan Lebaran di Banaran, Sambungmacan, Sragen, Selasa (8/9) mengatakan berdasarkan catatan yang ada sedikitnya 284 perlintasan KA di wilayah Provinsi Jateng belum dilengkapi dengan palang pintu pengaman.

Oleh karena itu, seluruh jajaran kapolres se-Jateng diminta berkoordinasi dengan masing-masing pemerintah daerah untuk penjagaan perlintasan KA tanpa palang tersebut.

“Masih banyaknya perlintasan KA tanpa palang pintu pengaman itu harus menjadi perhatian semua pihak untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kecelakaan maut yang terjadi di perlintasan KA tanpa palang di perbatasan Jateng-Jatim Senin lalu,” ujarnya.

Kapolda mengatakan, di wilayah Jateng sendiri total terdapat sebanyak 481 perlintasan KA yang terbagi atas 284 tanpa palang dan 197 telah dilengkapi palang pintu pengaman. Khusus untuk pengamanan perlintasan tanpa palang, harus dilakukan bersama sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan khususnya para pemudik di wilayah Jateng. Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyempatkan diri meninjau lokasi kecelakaan KA dengan mobil Toyota Kijang di perlintasan Kedunglumbu, Mantingan Ngawi yang berbatasan dengan Gondang, Sragen.

Secara khusus Kapolda memberikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen yang mempunyai kebijakan untuk menempatkan personil perlindungan masyarakat (Linmas) di perlintasan KA tanpa palang.

isw

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…