Senin, 7 September 2009 16:24 WIB Boyolali Share :

Tim gabungan temukan ayam Tiren

Boyolali (Espos)–Tim gabungan Pemkab Boyolali berhasil temukan sejumlah daging ayam yang diduga Tiren (mati kemarin) dan beberapa makanan kedaluarsa dalam razia makanan yang dilakukan di empat kecamatan, yakni Musuk, Cepogo, Mojosongo dan Klego. Pedagang yang menjual barang tersebut hanya dikenakan pembinaan.

Dalam razia tersebut, tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindutrian Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, Dinas Peternakan dan Perikanan serta Satpol PP itu tidak bisa melakukan penyitaan barang yang diketahui tak layak edar dan konsumsi, lantaran dianggap tak memiliki wewenang. Terhadap pedagang yang ditemukan menjual makanan tak layak konsumsi, tindakan tim sebatas memberikan pembinaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali selaku koordintor kegiatan, Yulianto Prabowo, mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan tindakan tegas terhadap pedagang yang menjual barang tak layak edar, seperti kedaluarsa, kemasan rusak, tidak dilengkapi dengan tanggal kedaluarsa, busuk dan daging yang tidak disembelih dengan benar. Ia mengaku pihaknya terbentur keterbatasan kewenangan.

“Penegakkan Undang-Undang tentang perlindungan konsumen itu yang bisa melakukan penindakan aparat penegak hukum. Kami tidak bisa,” ujarnya ditemui di kantornya.

Ia mengaku belum menerima laporan jumlah daging maupun makanan kemasan yang ditemukan tak layak konsumsi.

Ia menambahkan pedagang yang diketahui menjual makanan tak layak konsumsi diminta untuk membuat surat pernyataan tidak akan menjual barang tersebut. Jika dalam razia berikutnya ditemui lagi makanan tak layak edar di tempat yang sama, jelas Yulianto, maka pedagang diminta untuk memusnahkan makanan tersebut saat itu juga diawasi oleh tim.

kha

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…