Senin, 7 September 2009 18:36 WIB News Share :

Malaysia tidak pernah mengklaim tari Pendet

Medan–Pihak Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia di Medan menyatakan, Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim tari Pendet asal Bali dan Pulau Jemur, yang berada di Provinsi Riau milik mereka.

Konsul Jenderal Malaysia di Medan, Fauzi Omar, Senin mengatakan, wacana mengenai isu pengklaiman tari Pendet asal pulau Dewata dan termasuk Pulau Jemur yang berada di Provinsi Riau itu tidak benar.

Pihak swasta yang mempublikasikan Tarian asal Bali itu yang kemudian didokumentasikan melalui film dokumenter. “Pemerintah Malaysia tidak pernah membuat film dokumenter itu,” katanya.

Pada film dokumenter yang dipublikasikan oleh pihak swasta itu, diakuinya memang ada tayangan yang menunjukkan tari Pendet, namun tidak ada mengatakan bahwa tarian itu milik Malaysia.

Ia menyesalkan sikap masyarakat di Indonesia khususnya di Sumatera Utara (Sumut) yang terkesan emosional ketika mendengarkan wacana yang dianggapnya belum tentu kebenarannya.

Mengenai tidak ada pihak Konjen Malaysia di Medan yang menerima para pengunjuk rasa menuntut klarifikasi masalah tarian itu, yang terjadi sepekan terakhir, ia mengaku tidak berada di Medan. “Bukan maksud untuk tidak menerima para pengunjuk rasa, saya sedang tidak berada di Medan,” katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut, Parlindungan Purba yang berada di Konjen Malaysia mengatakan, ada indikasi untuk merusak hubungan antara Indonesia – Malaysia dengan berkembangnya wacana tersebut, tanpa menjelaskan siapa yang dimaksud.

Ia mengatakan, sebuah penghargaan jika budaya Indonesia dimainkan oleh negara-negara di dunia. “Asal jangan di klaim” katanya.

Pada tanggal 27 dan 28 Agustus lalu, pihak DPD RI telah melakukan pertemuan ke Malaysia secara resmi kepada pihak yang membuat tayangan film dokumenter tersebut. Namun berdasarkan, penjelasan pembuat film dokumenter tersebut mengaku tidak pernah memasukkan tari Pendet ke dalam tayangan tersebut.

“Pihak Discovery Channel yang memasukkan adegan tari Pendet itu, dan juga telah meminta maaf atas kejadian itu,”katanya.

Ia minta kepada masyarakat di Indonesia khususnya di Sumut agar tidak terpancing dengan isu yang dapat merusak hubungan baik antar kedua negara.
Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja PT.MATARAM MANDIRI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Bumi Pancasila

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/6/2017). Esai ini karya M. Zainal Anwar, dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah zainalanwar@gmail.com Solopos.com, SOLO–Di bawah ideologi Pancasila, menjalani puasa Ramadan di Indonesia menyajikan kemewahan luar…