Senin, 7 September 2009 19:10 WIB Solo Share :

Giliran investor Singapura berminat kelola sampah

Solo (Espos)–Pengelolaan sampah di wilayah Soloraya kembali menarik minat kalangan investor luar negeri. Setelah Jerman yang menyatakan siap menanamkan 30 juta Euro atau sekitar Rp 400 miliar di TPA Putri Cempo, kini giliran investor asal Singapura yang menyatakan minat kerja sama pengelolaan sampah.

Pantauan Espos, Senin (7/9), investor tersebut datang menemui Walikota Solo, Joko Widodo di kantornya di kompleks Balaikota. Investor itu datang bersama Bupati Sragen, Untung Wiyono. Belum ada informasi mengenai keterkaitan bupati Sragen itu dalam kerja sama tersebut. Meski sempat menyapa wartawan seusai bertemu Jokowi, kemarin Untung belum bisa diwawancara.

Menurut keterangan Jokowi, ada rencana dari investor tersebut untuk bekerjasama dengan tiga kabupaten/kota yaitu Sragen, Solo dan Karanganyar dalam hal pengelolaan sampah.

Ketiga daerah ini akan membuat tempat pembuangan akhir (TPA) sendiri yang lokasinya saat ini masih dicari.

“Informasinya Sragen sudah tanda tangan MoU dengan investor itu, tapi kami akan jajaki dulu kemungkinan kerja sama itu. Kami akan tanda tangan MoU atau tepatnya MoA (memorandum of action) kalau investor itu jelas maksudnya dan benar-benar siap dengan dana riil,” jelas Jokowi.

shs

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…