Senin, 7 September 2009 20:32 WIB Ekonomi,Solo Share :

50% Pengusaha Solo tak penuhi UMK

Solo (Espos)–Sebanyak 50% lebih atau sekitar 350 pengusaha di Solo selama tahun 2009 ini tak membayar para pekerjanya sesuai UMK. Kondisi tersebut pada tahun 2010 nanti diprediksi bakal kian runyam jika penetapan UMK tak disesuaikan dengan kemampuan pengusaha dalam membayar para pekerjanya.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Solo, M Wasil menjelaskan, penetapan UMK Kota Solo pada tahun 2010 nanti semestinya mengacu pada laju inflasi Kota Solo sebesar 6%, bukan semata-mata mengacu pada kebutuhan hidup layak (KHL). Karena, kondisi dunia usaha saat ini dinilai masih sangat sulit.

“Tahun 2009 ini saja, lebih dari 50% pengusaha tak mampu membayar para pekerjanya sesuai UMK. Kalau UMK tahun 2010 nanti jauh di atas UMK Kota Solo sekarang, maka akan kian banyak pengusaha yang tak mampu memenuhi UMK,” tegas Wasil saat ditemui <I>Espos<I> di Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo, Senin (7/9).

Selain itu, lanjut Wasil, pihaknya juga mencemaskan larinya para investor di Kota Solo jika penetapan UMK masih memberatkan para pengusaha. Bahkan, gelombang PHK yang selama ini dikhawatirkan pengusaha dan pekerja, terangnya, juga bakal terjadi jika penetapan UMK tak mempertimbangkan kemampuan pengusaha.

Terkait itulah, Wasil meminta agar angka UMK Kota Solo mengacu pada laju inflasi yang berkisar 6% dari tahun 2009 ini. Sehingga, imbuhnya, UMK Kota Solo tak semata-mata mengacu pada KHL yang saat ini mencapai sekitar Rp 855.592.

“Jangankan Rp 855.592, sedang KHL senilai Rp 785.000 saja itu sangat memberatkan pengusaha. Kami khawatir, para investor bakal kabur semua dari Kota Solo lantaran UMK yang terlalu tinggi,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dewan Pengupahan Kota Solo, Pujo Hariyanto, bakal menggelar rapat untuk menentukan KHL Kota Solo, Selasa (8/9). Dalam rapat tersebut, kata Pujo, juga sekaligus untuk mencari titik temu soal perbedaan pandangan angka KHL Kota Solo tahun 2010 nanti.

asa

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…