Senin, 7 September 2009 20:26 WIB Info Mudik Share :

36 Lintasan KA di Grobogan tanpa palang pintu

Grobogan (Espos)–Pemkab dan Polres Grobogan mewaspadai adanya 36 perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu yang tersebar di sejumlah tempat di kabupaten setempat. Hal ini mengingat adanya peristiwa kecelakaan di perlintasan KA di Desa Kenteng, Lebaran tahun lalu.

Perlintasan KA yang tanpa palang pintu dan saat ini dilewati kendaraan umum dari pantauan Espos, Senin (7/9) di antaranya berada di Monggot, Kedungombo, Kecamatan Geyer, di Desa Tegowanu dan Desa Kenteng, serta jalan menuju Waduk Sanggeh dan dekat stasiun Gambrengan.

Pengguna jalan yang sering melintasi perlintasan KA tanpa palang pintu tersebut berharap Pemkab melalui dinas terkait bekerjasama dengan PT KA bisa mengupayakan adanya palang pintu darurat di lokasi tersebut.

“Kalau tidak bisa dipasangi palang pintu darurat, ya minimal ada penjaga yang siaga di perlintasan KA tersebut,” ujar Parjo, 50, warga Monggot.

Karena perlintasan KA di Desa Monggot tersebut, lanjutnya, selama ini merupakan jalur umum karena sudah dikenal para pemudik sebagai jalur alternatif dari Solo-Sragen menuju Purwodadi-Kudus-Blora dan Pati.

Hal senada juga disampaikan Slamet, 49, warga Tegowanu, menurutnya lintasan yang dilewati kendaraan umum seperti di Desa Tegowanu Wetan, Kecamatan Tegowanu harus ada penjaga atau diberi palang pintuy. Karena sering terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa.

Pasalnya, sambung dia, lintasan KA di Desa Tegowanu tersebut setiap harinya cukup padat dilewati kendaraan. Karena dilewati jalan yang menghubungan Kecamatan Tegowanu dengan Tanggungharjo. Menanggapi hal ini, Kapolers Grobogan AKBP Drs Isnaeni Ujiarto melalui Kasatlantas AKP Patmo kepada wartawan, Senin (7/9) menyatakan, saat ini memang masih banyak perlintasan KA yang belum berpalang pintu.
“Data yang kami miliki dari 47 perlintasan KA, baru ada 11 yang diberi palang pintu. Sehingga masih ada 36 lintasan KA yang belum berpalang pintu,” jelas AKP Patmo.

rif

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…