Minggu, 6 September 2009 14:35 WIB Internasional Share :

UE kecam NATO soal korban serangan udara di Afghanistan

Stockholm–Menteri-menteri Uni Eropa mengecam NATO Sabtu karena serangan udaranya di Afghanistan yang para pejabat setempat katakan telah menewaskan sejumlah orang, banyak dari mereka warga sipil.

Serangan itu terjadi satu hari sebelum para menteri luar negeri UE bertemu di Stockholm guna membicarakan cara meningkatkan upaya Barat untuk menstabilkan Afghanistan dan mengatasi pemberontakan gerilyawan. Ditanya apa lagi yang blok itu dapat lakukan untuk meningkatkan situasi, Menlu Prancis Bernard Kuochner menjawab wartawan.

“Sulit untuk mengatakan, tapi sebagian besar akan bekerja dengan rakyat Afghanistan dan tidak untuk membom mereka, tidak hanya untuk membom mereka,” katanya.

Menlu Luksemburg Jean Asselborn menyatakan serangan udara Jumat di Provinsi Kunduz adalah “bencana yang tak dapat diterima”, sementara Komisaris Hubungan Luar UE Benito Ferrero-Waldner mengatakan hal itu merupakan “tragedi besar” yang sebaiknya diselidiki. Berita terakhir menyebutkan jumlah korban tewas akibat serangan udara NATO itu lebih dari 90 orang.

Para pejabat Afghanistan menegaskan sejumlah orang tewas, banyak dari mereka warga sipil, ketika jet tempur AS F-15 yang dipanggil oleh tentara Jerman menghantam dua trek bahan bakar yang dibajak sebelum dini hari Jumat.

Hindari serangan balasan

Para komandan NATO mengharapkan untuk menghindari serangan balasan atas insiden itu, yang terjadi dua bulan setelah komandan baru AS dan NATO, Jenderal Stanley McChrystal, memerintahkan tindakan pencegahan tambahan agar diambil untuk melindungi warga sipil sebelum tentara dapat melepaskan tembakan.

Kunduz sebagian besar tenang sejak Taliban dijatuhkan pada 2001 tapi belakanagn ini menyaksikan peningkatan serangan, dengan gerilyawan merebut kekuasaan di daerah-daerah terpencil.

Wilayah tersebut dipatroli oleh kesatuan Jerman yang beranggotakan 4.000 tentara, yang dilarang oleh Berlin beroperasi di medan tempur di bagian-bagian lainnya negara itu.

Militer Jerman mengkonfirmasi seorang komandan Jerman telah menyetujui serangan udara itu. Insiden tersebut dapat meningkatkan perdebatan mengenai perang itu, yang tidak populer di dalam negeri, tiga pekan sebelum pemilihan umum di Jerman.

NATO mengatakan sasaran serangan udaranya adalah gerilyawan Taliban yang membajak trek-trek itu, tapi mengakui sejumlah korban adalah warga sipil.

Di Stockholm, para menteri Uni Eropa menekankan perlunya dapat bekerja dengan pemerintah baru Afghanistan yang bersih dari korupsi ketika hasil pemilihan presiden yang dipertengkarkan menjadi jelas.

Ferrero-Waldner mengatakan UE akan bekerja dengan pemerintah baru yang muncul, tapi tidak mengatakan apakah bantuan yang mengalir akan terpengaruh jika ada masalah pemilihan yang masih tertinggal.

Asselborn dari Luksemburg menyatakan para menteri setuju pihak berwenang pemilihan Afghanistan yang akan melaporkan mengenai ketidakberesan dan perbaikannya dengan bersikeras mengenai putaran kedua pemilihan jika hasilnya secara keseluruhan rusak.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…