Minggu, 6 September 2009 20:10 WIB Hukum Share :

Penjual jasa penukaran uang jadi korban peredaran Upal

Solo (Espos)–Penjual jasa penukaran uang di Solo kembali menjadi korban peredaran uang palsu (Upal). Kali ini, kejadian tersebut menimpa Hernadi, 31, warga Bibis Baru RT 03/RW XXIV Nusukan, Banjarsari di Jl Slamet Riyadi depan Hotel Diamond, Jumat (4/9) malam.

Upal yang diserahkan kepada korban sebanyak delapan lembar pecahan Rp 50.000. Informasi yang dihimpun Espos di Mapoltabes Solo, Minggu (6/9), menyebutkan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.15. Korban biasa mangkal di lokasi kejadian sebagai penjual jasa penukaran uang.

Saat itu, pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor Kawazaki Ninja menghampiri korban. Pelaku pura-pura ingin menukarkan uang. Kemudian, terjadi tawar menawar antara pelaku dan korban. Akhirnya terjadi kesepakatan, pelaku harus membayar Rp 450.000 untuk mendapatkan uang baru pecahan Rp 2.000 senilai Rp 400.000.

Karena merasa telah mendapatkan untung Rp 50.000, korban sepakat dengan tawaran itu. Pelaku kemudian membayar dengan pecahan Rp 50.000 sebanyak sembilan lembar. Setelah itu pelaku pergi ke arah barat.

Korban yang mengecek uang tersebut baru sadar jika delapan lembar uang pecahan Rp 50.000 adalah Upal dan hanya satu lembar yang asli. Kejadian tersebut kemudiaan dilaporkan ke Poltabes Solo.

Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo mengungkapkan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Dia mengatakan, menjelang Lebaran pihaknya meminta masyarakat mewaspadai peredaran Upal.
dni

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…