Minggu, 6 September 2009 18:43 WIB Info Mudik,Sukoharjo Share :

Jelang Lebaran, polisi intensifkan razia kendaraan

Sukoharjo (Espos)–Aparat Polwil Surakarta menggelar razia kendaraan di depan Mapolsek Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (5/9) malam. Razia tersebut merupakan bagian dari operasi cipta kondisi menjelang Lebaran.

Sebanyak 70 personel gabungan dari Reskrim, Intelkam, Lantas dan Samapta diterjunkan. Dalam razia tersebut, polisi menyita 20 STNK, tiga SIM dan dua sepeda motor yaitu Dayang dengan Nopol AD 2324 LA dan Yamaha Mio dengan Nopol AD 6598 SL.

Dari pantauan Espos, razia digelar mulai pukul 21.30 WIB. Kendaraan dari arah timur dan barat semuanya dirazia. Selain sepeda motor, polisi juga merazia mobil boks dan mobil yang berplat nomor luar daerah. Khusus untuk mobil selain memeriksa surat kelengkapan kendaraan, polisi juga melakukan pemeriksaan di bagian dalam mobil. Selain di Karatasura, jajaran Polres Sukoharjo juga menggelar operasi serupa di daerah Solo Baru.

Menurut Kasubbag Bin Ops Bagian Operasi Polwil Surakarta Kompol Wahyono, razia tersebut merupakan bagian dari cipta kondisi menjelang Lebaran. “Ini cipta kondisi semoga selama puasa dan Lebaran nanti semuanya kondusif,” ungkap Wahyono mewakili Kapolwil Surakarta Kombes Pol Erry Subagyo.

Dia menjelaskan, untuk sasaran mobil boks, pihaknya memang mewaspadai adanya muatan yang berisi bahan peledak (Handak) dan juga petasan yang marak selama bulan puasa.

Wahyono menambahkan, untuk mobil dengan plat nomor luar daerah, pihaknya melakukan pemeriksaan mendetail termasuk penumpang mobil. “Jangan sampai ada yang masuk wilayah Surakarta. Selain itu saat ini perburuan teroris masih dilakukan, jadi kami melakukan antisipasi,” papar dia.

Dia menegaskan, pemeriksaan memang dilakukan dari dua arah barat dan timur. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kendaraan yang hendak masuk dan keluar arah Soloraya.

“Serentak karena di Solo Baru juga digelar. Semuanya kami antisipasi berbagai kemungkinan. Sementara hasilnya nihil baik untuk Handak ataupun petasan,” tegas dia.
dni

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…