Minggu, 6 September 2009 17:31 WIB Info Mudik,Boyolali Share :

H- 4, truk pengangkut bahan galian C dilarang beroperasi di jalur mudik

Boyolali (Espos)–Truk pengangkut bahan galian C (pasir dan batu) bertonase besar akan dilarang beroperasi di jalur mudik mulai H-4. Larangan tersebut diberlakukan untuk mencegah kemacetan dan kerawanan kecelakaan.

Kabid Perhubungan Dinas Pekerjaan Umum Perhubungan Pertambangan dan Kebersihan (DPUPPK) Boyolali, Supama, mengatakan larangan bagi truk pengangkut bahan galian C melintas di jalur mudik diberlakukan mulai H-4 hingga H+1 Lebaran.

“Surat edaran pemberitahuan sudah disebar kepada para pengusaha truk pasir,” katanya, Minggu (6/9).

Ia memastikan larangan tersebut tidak akan menimbulkan masalah, karena kebijakan tersebut dikeluarkan setiap menjelang Lebaran. Selain truk bermuatan pasir dan batu yang banyak melintas dari arah Klaten, Bidang Perhubungan juga melarang truk bertonase berat lain melintas di jalur mudik.

Keberadaan truk bermuatan berat yang melaju pelan, lanjutnya, acapkali menimbulkan kemacetan dan kerawanan kecelakaan di jalur mudik. Supama mengatakan, petugas akan diterjunkan memantau arus lalu lintas truk bermuatan pasir dan batu yang kemungkinan akan melalui jalur tikus yang banyak tersebar di wilayah Boyolali.

Beberapa jalur tikus yang perlu dipantau di antaranya jalur alternatif  Mojosongo-Klaten dan Pengging-Klaten. Jalur tersebut banyak dilalui truk bermuatan pasir dan batu dari daerah Kali Woro, Klaten.

“Jika diketahui masih ada truk nekat melintas, maka akan ditindak tegas,” tandasnya.

dwa

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…