050909ahtenane
Sabtu, 5 September 2009 19:59 WIB Ah Tenane Share :

Salah kirim

050909ahtenaneKetika ada pelaksanaan program konversi gas di Sukoharjo, Lady Cempluk dan suaminya, Jon Koplo, baru pulang dari Jakarta, njagong pernikahan saudaranya.
Namanya saja dari Ibukota, Cempluk pun nggutukke dengan membawa barang-barang termasuk oleh-oleh seabrek banyaknya. Bahkan saking banyaknya barang yang dibawa, Cempluk sampai nggak hafal satu persatu karena ada beberapa barang yang terbungkus rapi dan tak terlihat apa isinya. Sampai di rumah, karena saking capeknya, Cempluk langsung istirahat, nggak sempat ngudhal-udhal barang-barangnya.
Pagi-pagi ketika Jon Koplo mau pergi ke kantor, Koplo bertanya kepada Cempluk, ”Bu, barang yang mau dikirim ke Wonogiri di mana? Sekalian saja nanti saya paketkan.”
”Di Kamar, Pak. Yang bungkusan koran,” jawab Cempluk.
Tanpa memeriksa isinya, barang yang terbungkus kertas koran itu dibungkus lagi dengan rapi, dimasukkan ke dalam kotak, lalu siap dipaketkan.
Sehari kemudian, Tom Gembus, keluarga dari Wonogiri ngebel,
”Plo, barange wis tekan. Ning apa kowe ora salah kirim? Jare kirim regulator? Sing teka kok malah sepatu? Adoh banget no…!”
Koplo dan Gembus pun spontan ngguyu kemekelen. Ternyata barang kiriman yang seharusnya berisi komponen kompor gas tertukar dengan sepatu Cempluk yang dipakai waktu pernikahan saudara di Jakarta. Pantas saja Cempluk nyari-nyari sepatu sampai mubeng munyer kok nggak ada. Ternyata jalan-jalan ke Wonogiri ta. Woalah, jan… Kiriman Nuruddin Nova Sekti Aji, Klewer RT 02/RW 07 Sraten, Gatak, Sukoharjo.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Defisit, Utang, dan Pertumbuhan

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (13/7/2017). Esai ini karya Muhammad Husein Heikal, peneliti di Economic Action (EconAct) Indonesia. Alamat e-mail penulis adalah huseinheikal@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Defisit anggaran diperlebar, utang luar negeri ditambah, maka pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak. Begitulah yang bisa…