Sabtu, 5 September 2009 20:48 WIB Sragen Share :

Polres siapkan 200 Personel amankan obyek vital Sragen

Sragen (Espos)–Sedidikitnya 220 personil Polres Sragen siap diterjunkan untuk pengamanan sejumlah toko perhiasan, pusat perbelanjaan serta perbankan menjelang Lebaran.

Diprediksi, beberapa titik obyek vital tersebut akan mengalami peningkatan jumlah transaksi sehingga rawan terjadi tindak kejahatan.

Kapolres Sragen AKBP Dra Jawari SH kepada wartawan Sabtu (5/9) mengatakan, beberapa aksi kejahatan akan diwaspadai khususnya di kantor perbankan, toko perhiasan maupun pusat perbelanjaan yang dinilai vital untuk dilakukan pengamanan secara terbuka maupun tertutup.

Hal itu mengingat aksi teror maupun pencurian dengan tindak kekerasan (Curas) biasanya cenderung mengalami kenaikan dan perlu mendapat kewaspadaan bersama. Untuk toko emas yang belum memasang teralis besi ini sudah dihimbau untuk segera memasang.
“Mayoritas toko emas di Sragen sudah menutup dengan teralis besi. Tapi ada beberapa yang kami tegur karena belum memasang,” ujarnya.

Selain meminta toko emas atau perhiasan untuk memasang besi teralis, pusat kantor perbankan juga diminta untuk menambah anggota petugas keamanan atau satpam. Pasalnya, aksi Curas yang dinilai marak harus diwaspadai pula. Aparat kepolisian, lanjut Kapolres, akan melakukan pengamanan baik terbuka maupun tertutup.

“Banyaknya warga yang masih mengambil uang lewat kasir secara langsung, membuat kepolisian memberikan pengamanan khusus. Kami telah menerjunkan beberapa personel polisi di titik – titik rawan kejahatan, seperti bank, pasar, toko perhiasan, terminal,” jelasnya.

Kapolres melanjutkan adanya pelayanan kepolisian di tengah masyarakat ini diharapkan warga lebih merasa aman. Sebab beberapa tempat rawan kejahatan sudah terpantau. Sehingga masyarakat diminta tidak perlu resah maupun risau dalam menjalankan aktivitas kegiatannya.

isw

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…