Jumat, 4 September 2009 15:42 WIB News Share :

Sekda Jateng
Kerugian akibat gempa masih dihitung

Cilacap–Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Hadi Prabowo mengatakan, kerugian akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang terjadi pada Rabu (2/9) hingga saat ini masih dihitung.

“Kerugian masih dihitung karena data per harinya ada peningkatan,” kata Hadi Prabowo saat meninjau korban gempa di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, Cilacap, Jumat.

Dia mencontohkan, pada Kamis (3/9) malam menerima laporan dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Cilacap bahwa di kabupaten ini terdapat 98 rumah yang roboh.

Akan tetapi saat di kantor Kecamatan Kedungreja, kata dia, pada papan pengumuman tertulis sebanyak 183 rumah di wilayah tersebut yang roboh. “Hal ini perlu dicermati kembali,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap berupaya menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada para korban gempa.

Sementara untuk bantuan pascabencana atau untuk perbaikan, menurut dia, hal itu masih dikaji Pemprov Jateng.

“Sesuai peraturan gubernur, alokasi dana bantuan untuk korban bencana masing-masing sebesar Rp 3 juta untuk rumah roboh, Rp2 juta untuk rusak berat, dan Rp 6 juta untuk musala, sedangkan untuk fasilitas pendidikan masih diperhitungkan,” katanya.

Menurut dia, alokasi dana bantuan tersebut dapat direalisasikan secepatnya jika kelengkapan administrasi telah diselesaikan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Ia mengatakan, hingga saat ini Pemprov Jateng masih menunggu pernyataan bencana alam dari Bupati Cilacap.

“Besok Pak Gubernur (Bibit Waluyo, red.) hadir di Cilacap, mudah-mudahan itu semua bisa direalisasi,” katanya.

Disinggung mengenai kabupaten di Jawa Tengah selain Cilacap yang terkena dampak gempa tersebut, dia mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan karena mungkin relatif kecil.

Sementara mengenai korban jiwa, menurut dia, gempa yang dirasakan hingga Cilacap tidak menimbulkan korban jiwa. “Hanya satu orang yang mengalami luka ringan,” katanya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…