Jumat, 4 September 2009 20:20 WIB Boyolali Share :

Pemuda bunuh diri jelang sahur

Boyolali (Espos)–Pemuda asal Dukuh Puluhan, Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Puji Laksono, 28, Jumat (4/9) dini hari ditemukan tewas tergantung di rumah majikannya. Dari pemeriksaan di tempat kejadian perkaran dan hasil visum, diduga kuat korban tewas bunuh diri.

Menurut keterangan yang dihimpun, korban diketahui meninggal saat hendak dibangunkan sahur oleh majikannya, Sumiyati (35). Saat itu sekitar pukul 02.30 WIB.

Ketika diperiksa di kamarnya, Sumiyati tak menemukan korban yang belum lama ini bekerja di rumahnya. Alangkah kagetnya Sumiyati dan keluarganya ketika mengetahui korban sudah tewas tergantung di ruang makan. Wanita itu menjerit dan membangunkan seisi rumah dan tetangga sekitar.

Warga pun segera melaporkan kejadian itu ke Mapolsek setempat. Setelah diperiksa, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Kapolres Boyolali AKBP Agus Suryo Nugroho melalui Kapolsek Banyudono AKP I Gusti Ayu Hartini mengatakan setelah dilakukan visum oleh petugas puskesmas setempat tidak ditemukan adanya bekas kekerasan pada tubuh korban. Kuat dugaan korban bunuh diri. Korban mengikatkan tali plastik yang gantungkan di blandar rumah pada lehernya.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku mengetahui latar belakang korban melakukan bunuh diri itu. Namun pihak keluarga Sumiyati sangat terpukul dengan kejadian tersebut.

 

kha

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…