Jumat, 4 September 2009 15:26 WIB Sport Share :

Mourinho terkaya, Inter terboros

Milan–Di Italia, rekor pendapatan terbesar musim ini bukanlah dari pemain melainkan pelatih. Inter Milan membayar Jose Mourinho 11 juta euro (Rp 159 miliar) per tahun, sekaligus menjadi klub Seri A terboros.

Seperti dilansir dari Football-Italia, Mourinho yang ditarik Nerazzuri sebagai pelatih pada musim lalu adalah individu di sepakbola Italia yang terbesar bayarannya.

Wajar bila Massimo Moratti berani membayar Mourinho sebesar itu mengingat segudang prestasi yang didapat bersama klub terdahulunya, FC Porto dan Chelsea.

Bayar setahun Lo Speciale One itu lebih banyak satu juta euro dari Samuel Eto’o yang menerima 10 juta euro atau sekitar Rp 144 miliar per tahun, yang membuat penyerang Kamerun itu pemain bergaji tertinggi di Italia, mengalahkan Zlatan Ibrahimovic yang dibayar oleh Inter musim lalu sebesar 9 juta euro (Rp 129 miliar).

Bila berbicara dalam lingkup pelatih, juara bertahan Seri A itu masih nomor satu dalam urusan gaji-menggaji. Roberto Mancini yang sudah dipecat pun masih diberi pesangon oleh Inter sebesar 6,5 juta euro (Rp 93 miliar) per tahun sampai ‘Mancio’ menemukan klub baru.

Jika gaji ‘Duo M’ itu digabung (17,5 juta euro), sudah mengalahkan total gaji pelatih 19 klub Seri A lainnya yang hanya berjumlah 15,7 juta euro atau Rp 226 miliar.

Untuk lingkup pemain, di bawah Eto’o ada Ronaldinho yang digaji AC Milan sebesar 7,5 juta euro (Rp 108 miliar) per tahun, serta Gianluigi Buffon dan Patrick Vieira yang masing-masing menerima 5,5 juta euro (Rp 79 juta) euro.

Federico Machetti menjadi pemain dengan gaji terkecil, hal mana kiper Cagliari yang juga anggota timnas Azzuri itu dibayar hanya 150 ribu euro per tahun.

Inter yang memegang rekor gaji pelatih dan pemain tertinggi musim ini hadir sebagai tim terboros dengan total pengeluaran 150 juta euro (Rp 2,16 triliun). Milan dan Juventus menyusul beriringan dengan 125,5 juta euro dan 115 juta euro.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…