Jumat, 4 September 2009 13:40 WIB News Share :

Gubernur perpanjang masa tanggap darurat bencana

Bandung–Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan, memperpanjang keadaan Siaga Bencana dan Tanggap Darurat bencana gempa bumi di provinsi itu menjadi 14 hari.

“Penanganan kedaruratan diperpanjang menjadi 14 hari, pokoknya dilakukan hingga tuntas. Koordinasi terus dilakukan secara efektif,” kata H Ahmad Heryawan di Bandung, Jumat (4/9).

Gubernur menyebutkan, jumlah korban jiwa akibat gempa di Jawa Barat hingga Jumat ini, mencapai 59 orang yang tersebar di Tasikmalaya, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Ciamis, Garut, Bogor dan Sukabumi.

Pelaksanaan tanggap darurat ditargetkan tuntas pada 16 September mendatang, selanjutnya akan dilakukan proses “recovery” (pemulihan).

Gubernur berharap, proses kedaruratan bisa dilakukan secepatnya. Ia juga berharap proses evakuasi korban longsor di Cianjur juga bisa menemukan seluruh korban yang dikabarkan masih puluhan orang itu.

Sementara itu, proses pendataan korban masih terus dilakukan termasuk distribusi bantuan kepada para korban gempa terus dilakukan.

Ia menyebutkan, secara umum proses penanganan kedaruratan pada hari pertama dan kedua pascagempa bumi berkekuatan 7,3  SR berjalan lancar, dan bantuan mulai terdistribusi kepada para pengungsi.

“Secara umum cukup baik, penanganan selama ini lancar dan terkoordinasi oleh Satkorlak,” kata Gubernur menegaskan.

Sementara itu terkait bantuan senilai Rp 5 miliar dari pemerintah pusat pada hari ini belum bisa dicairkan, karena harus menempuh prosedur terlebih dahulu.

Namun demikian, anggaran penanganan kedaruratan saat ini sudah dikoordinasikan dengan anggaran dari Pemprov dan kabupaten/kota masing-masing.

Terkait pemasangan tenda, gubernur berharap, dilakukan untuk semua keluarga di dekat rumah mereka masing-masing yang rusak dan hancur. Hal itu untuk memudahkan pendataan korban dan pemberian bantuan.

“Bagi pengungsi yang rumahnya masih layak bisa kembali ke rumah masing-masing, namun tetap waspada,” kata gubernur berharap.

Selain itu, ia juga menginstruksikan bantuan untuk kebutuhan pribadi wanita dan keperluan nutrisi anak-anak dan bayi.

“Semuanya sudah dikoordinasikan, supaya bantuan keperluan wanita diperhatikan pula, karena itu sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Satkorlak PBA Jabar, Sigit Uzwal Prana menyebutkan, penanganan korban dan pengungsi telah dilakukan dengan menempatkan dapur umum dan penyaluran bantuan ke titik konsentrasi pengungsi.

“Penyaluran bantuan hingga saat ini cukup lancar, selain itu proses evakuasi korban di Cianjur masih dilakukan,” kata Sigit menambahkan.

ant/fid

lowongan kerja
lowongan kerja MUHAMMADIYAH PK KOTTABARAT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…