Jumat, 4 September 2009 16:53 WIB Karanganyar Share :

Galian liar di Kedung Jeruk diprotes

Karanganyar (Espos)–Warga Kedung Jeruk, Kecamatan Mojogedang diresahkan dengan aktivitas penambangan galian C yang dilakukan di atas satu hektare lahan milik Sekretaris Desa (Sekdes) setempat, Indarjo.

Bahkan, penambangan galian C tersebut, disinyalir tidak mengantongi izin. Hal ini diketahui saat Camat Mojogedang, Budi Supriyono SH melakukan peninjauan ke lokasi, Jumat (4/9). Salah satu warga Kedung Jeruk RT 1/RW I, Ikhwan mengatakan, keresahan warga muncul setelah aktivitas tersebut berjalan, truk yang membawa hasil galian, baik itu tanah maupun batu cukup mengganggu lingkungan.

Galian tersebut berdekatan dengan perumahan warga, khususnya warga Dusun Kedung Jeruk dan Dusun Mlandang. Warga menganggap, debu-debu tersebut mudah menjadi sebab penyakit.

“Truk pengangkut itu, kalau membawa hasil galian tidak pernah ditutup. Dibiarkan dalam kondisi bak terbuka. Sehingga, selain debu dihasilkan dari roda kendaraan yang melintas di jalan yang sudah rusak, juga dari hasil galian dalam truk,” ujar Ikhwan, saat ditemui <I>Espos<I> di lokasi.

Senada disampaikan warga Kedung Jeruk RT 1/RW I lainnya, Slamet. Kondisi ini sudah terjadi cukup lama. Sekitar satu bulan. Ia mengatakan, warga cukup mengeluhkan kondisi ini. Truk yang selalu keluar masuk jalan kampung sangat mengganggu, di samping karena jalan tersebut sudah dalam kondisi rusak parah dan berdebu.
haw

lowongan kerja
lowongan kerja Grains & Dough restaurant, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…