Jumat, 4 September 2009 14:36 WIB Info Mudik,Boyolali Share :

Bupati perbolehkan kendaraan dinas untuk mudik

Boyolali (Espos)–Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, membolehkan pejabatnya menggunakan kendaraan dinas untuk mudik pada lebaran tahun ini. Ia menyadari larangan penggunaan kendaraan dinas untuk mudik tak efektif karena sulitnya pengawasan penggunaan kendaraan dinas tersebut.

“Kembalikan ke personalnya. Yang penting realistis. Mau larang apa? Munafik itu!” tegas bupati ditemui Jumat (4/9), di Pemkab Boyolali.

Ia mengatakan masyarakat dalam melihat masalah penggunaan kendaraan dinas oleh pejabat harus seimbang dan realistis. Ia mencontohkan, saat pejabat bekerja di luar jam dinas dengan menggunakan kendaraan dinas diprotes karena dianggap menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Padahal menurutnya itu untuk kepentingan dinas. Apakah mudik menjadi bagian dari kegiatan dinas, bupati tak menjelaskan.

Ia menambahkan, pejabat yang menggunakan kendaraan dinas dharuskan bertanggung jawab atas keamanan dan kondisi kendaraan yang mereka pakai.

“Olinya dan bensinnya harus pakai uang sendiri,” tukasnya.

Asisten III Setda Kabupaten Boyolali, Widodo melalui Kabag Humas Informatika dan Protokol, Rita Puspitasari, mengatakan salah satu alasan dibolehkannya penggunaan mobil dinas untuk mudik adalah faktor keamanan. Menurutnya lebih aman membawa kendaraan dinas itu untuk mudik dibandingkan diparkir di rumah.

kha

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…