Kamis, 3 September 2009 12:39 WIB Ah Tenane Share :

Takut Sunami

030909ahtenaneAda cerita sepele tapi ngguyokke yang tercecer dari peristiwa gempa bumi yang melanda Kabupaten Bantul Yogyakarta beberapa tahun yang lalu.
Waktu itu Jon Koplo yang tinggal di Kecamatan Kasihan ini baru saja menjemput neneknya dari Yogya untuk diungsikan ke rumahnya.
Ketika memasuki daerah Sonosewu, dari arah selatan ia kepergok rombongan kendaraan dan orang-orang yang pada berlarian memenuhi badan jalan menuju ke arah utara. Entah dari mana asalnya, di daerah itu tersebar isu bahwa tsunami telah datang dari pantai Selatan. Saking gugupnya, mereka pun girap-girap ketakutan.
”Tsunami…!!! Tsunami…!!! Cepet…!!! Cepet…!!! Banyune wis tekan Dongkelan…! Balik…! Balik…!!!” teriak mereka sambil menyuruh kendaraan dari arah berlawanan untuk memutar arah.
Jon Koplo pun kaget dan terpaksa memutar arah sehingga posisinya berada di depan rombongan yang nggak jelas dari mana datangnya. Sebelum Koplo mancal motornya, tiba-tiba saja di depannya ada seorang nenek-nenek, sebut saja Mbah Cempluk, mengadang lajunya rombongan sambil bertanya penuh keheranan, ”Eh, Mas, yagene, kok dha mlayu-mlayu ki ana apa?” tanya Mbah Cempluk pada Jon Koplo.
”Tsunami, Mbah! Enten Tsunami…! Cepet, mlayu!” terang Jon Koplo.  Namun apa yang terjadi? Mbah Cempluk bukannya ikut lari malah bertanya dengan penuh keheranan, ”Sunami ki sapa, kok dha wedi kabeh…?”
Kontan saja jawaban konyol itu sempat bikin ger-geran di tengah kepanikan. Ada-ada saja.  Kiriman Yusli Pradana, Ambarbinangun RT 01 Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…