Kamis, 3 September 2009 17:22 WIB News Share :

Pemprov Jateng siapkan 340 ton untuk pasar murah gula

Semarang (Espos)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng telah menyiapkan sebanyak 310 ton gula untuk kegiatan pasar murah gula yang direncanakan mulai dilaksanakan pekan depan di 35 kabupaten/kota.

“Pelaksanaan pasar murah gula direncanakan pekan depan. Setiap kabupaten/kota mendapatkan jatah sebanyak 10 ton gula,” kata Kepala Disperindag Jateng, Ihwan Sudrajat kepada wartawan seusai rapat koordinasi pasar murah gula dengan pihak kerkait di Kota Semarang, Kamis (3/9).

Tentang teknis pelaksanaan pasar murah, jelas ia nantinya pada tiap kabupaten/kota akan terdapat empat titik lokasi penjualan, masing-masing mendapatkan jatah 2,5 ton.

Gula dikemas dalam kantung plastik ukuran 1 kg dengan harga penjualan senilai Rp 7.000. Setiap orang dibatasi hanya bisa membeli sebanyak 2 kg.

Dengan jatah 10 ton gula tiap kabupaten/kota, lanjut Ihwan, jumlah total gula yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pasar murah di 35 daerah membutuhkan 350 ton.

Sampai sekarang ini yang telah siap sebanyak 310 ton gula yang berasal PTPN IX sebanyak 100 ton gula, Industri Gula Nusantara (IGN) 80 ton gula, Pabrik Gula (PG) Trangkil, Pati sebanyak 30 ton, dan dari empat distributor sebanyak 100 ton.

“Masih ada kekurangan 40 ton gula. Nanti akan kami usahakan minta tambahan dari distributor,” tandasnya.

Ihwan menambahkan sebenarnya pelaksanaan pasar murah gula agak terlambat, sebab harga gula di pasar sekarang sudah melambung tinggi.

oto

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…