Kamis, 3 September 2009 13:11 WIB News Share :

Kapolri
Moge tak boleh eksklusif

Jakarta–Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengingatkan para pengendara motor gede (moge) agar tidak berlagak ekslusif. Ulah pengendara moge sering merepotkan pengendara “kelas ekonomi”.

“Kami sudah berkoordinasi dengan IMI (Ikatan Motor Indonesia) supaya bagaimana ke depan Moge tidak eksklusif dan mengganggu pengendara motor lainnya,” ungkap Kapolri.

Hal ini disampaikan Kapolri dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).

Kapolri mengaku agak sulit mengatur mekanisme operasional moge. Namun apabila pengendara moge yang mayoritas konglomerat ini lupa membawa surat-surat tentu bisa ditilang.

“Masalah operasionalnya kita ada kesulitan untuk melarang mereka, kalau surat-suratnya tidak lengkap kami bisa menindaknya,” kata Kapolri.

Kapolri sedang mencari solusi untuk mengurangi eksklusivitas moge. Menerut Kapolri moge memiliki hak sama dengan pengendara motor lain.

“Kita sedang mencari format kepada penggemar motor gede supaya bisa diterima masyarakat di jalan. Sehingga mereka tidak seolah eksklusif mendapat prioritas,” tegasnya.

dtc/fid

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…