Kamis, 3 September 2009 11:20 WIB News Share :

Gempa Jabar tewaskan 45 Orang

Bandung–Jumlah korban  meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) hingga Kamis pukul 09.00 WIB terus bertambah hingga kini berjumlah 45 orang.

Petugas Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Jawa Barat Fahmi Azhar di Bandung, Kamis (3/9), mengatakan, laporan yang diterima Satkorlak PBA menunjukkan peningkatan baik jumla korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang rusak berat dan ringan.

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat gempa yang berpusat di Barat Daya Tasikmalaya itu adalah Kabupaten Cianjur 10 orang, Kabupaten Tasikmalaya (5), Kota Tasikmalaya (4), Kabupaten Bandung (8), Bandung Barat (1), Garut (9), Ciamis (4), Bogor (2) dan Sukabumi (1).

Sementara itu proses evakuasi di Kabupaten Cianjur masih terus dilakukan untuk mencari korban yang tertimbun longsoran tebing bukit di Desa Pamoyanan dan Cikangkareng Kabupaten Cianjur.

“Tadi pagi ada laporan jumlah korban tewas bertambah, namun kami masih mengeceknya,” kata Fahmi.

Sementara itu proses tanggap darurat langsung diberlakukan dengan mengoptimalkan Satlak PBA di Kabupaten/ kota hingga tingkat kecamatan.

Sejumlah dapur umum telah didirikan di beberapa lokasi pengungsian warga yang rumahnya rusak maupun yang kuatir ada gempa susulan baik oleh Satlat PBA maupun PMI.

Selain itu  sejumlah tenda peleton juga didirikan untuk menampung pengungsi. Pemprov Jabar sendiri telah menurunkan sebanyak 32 tenda ukuran besar itu.

Sementara itu pada Kamis ini, Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan dan Wagub Dede Yusuf serta sejumlah Muspida Jabar lainnya melakukan peninjauan ke lokasi terparah terkena gempa.

Gubernur Jawa Barat meninjau kawasan yang dilanda kerusakan di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya sedangkan Dede Yusuf ke Cianjur.

Rencananya siang ini Menteri Sosial Bachtiar Chamsah juga akan melakukan peninjauan ke beberapa lokasi  bencana gempa bumi,  termasuk ke Kabupaten Tasikmalaya.

Gempa bumi berkekuatan 7,3 SR yang terjadi Rabu kemarin sekitar pukul 14.55 WIB menimbulkan kerusakan yang cukup signifikan di 10 kabupaten/ kota di Jabar, dan korban jiwa di tujuh kabupaten/ kota diantaranya.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi kerugian akibat gempa bumi yang telah menimbulkan korban jiwa puluhan orang warga di kawasan Tatar Pasundan itu.

“Kerugian belum bisa dihitung, fokur utama saat ini konsentrasi untuk proses tanggap darurat para korban dulu dan pengungsian,” kata Wagub Jawa Barat, H Dede Yusuf.

Sementara itu Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar mengerahkan personilnya untuk membantu evakuasi korban dan membereskan puing-puing rumah dan bangunan akibat gempa bumi itu.

ant/fid

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…