Kamis, 3 September 2009 18:42 WIB News Share :

DPR sepakat moge tak boleh eksklusif

Jakarta— Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) meminta kepada para pengendara motor gede (moge) agar bersikap eksklusif saat di jalan raya. Permintaan Kapolri disambut baik anggota DPR yang juga mantan Ketua Harley Owner Group, Herman Heri.

Heri pun meminta agar polisi tidak segan-segan untuk menindak para pengendara moge yang nakal di jalan. “Saya juga minta kepada pihak kepolisian untuk tidak segan-segan menindak karena tidak ada keistimewaan apa-apa kendaraan motor besar itu, sama dengan masyarakat biasa,” kata Heri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).

Dia menjelaskan, saat menjabat sebagai Ketua Harley Owner Group, sama sekali tidak membeda-bedakan keanggotaan berdasarkan latar belakang ekonomi. “Kami sendiri dalam kepengurusan punya sikap yang tegas, untuk siapa saja yang melakukan pelanggaran akan kami kucilkan,” jelas Heri.

Namun Heri menegaskan, tindakan oknum pemilik moge yang kerap ugal-ugalan di jalan bukan berarti semua pemilik moge juga melakukan hal yang sama. Sehingga menurutnya salah besar jika semua pemilik moge dianggap suka ugal-ugalan.

“Kalau pun ada kejadian-kejadian terjadi di masyarakat, ada ugal-ugalan atau tindak kekerasan saya kira bukan karena kepengurusan, bukan karena perkumpulan, tetapi ini ulah oknum,” tegasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…