Rabu, 2 September 2009 19:07 WIB Wonogiri Share :

Pendisribusian sumber air Seropan belum merata

Wonogiri (Espos)–Pendistribusian sumber air Seropan, Gunung Kidul untuk mengantisipasi kekeringan di Pracimantoro belum maksimal. Hal tersebut disebabkan aliran sumber belum merata ke sembilan desa.

Menurut pengamatan Sekretaris Camat (Sekcam) Pracimantoro, Hermawan, setelah difungsikannya sumber air Seropan kemarin Senin (1/9), pihaknya mendapatkan laporan dari tiga desa yang telah memperoleh air bersih. Kendati demikian, sambung dia, aliran belum maksimal dan debit airnya terbatas.

Sementara itu, tambah dia, di daerah Joho aliran air belum dapat dinikmati warga.

“Tiga desa yang telah melaporkan yakni Desa Gebangharjo, Glinggang dan Joho,” ungkap dia ketika dihubungi Espos, Rabu (2/9).

Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk daerah Glinggang, Gebang dan Gedong aliran air belum merata, karena hanya sebagian yang dapat teraliri sementara sebagian lain belum mendapatkan aliran.
Dia mengaku tidak tahu kenapa aliran Seropan tidak dapat lancar dan merata di Sembilan desa, apakah debit air yang kurang atau tidak hal tersebut perlu ditinjau kembali.

“Ya memang diperkirakan aliran itu untuk sembilan desa tetapi belum seluruhnya dapat teraliri,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kendati hingga bulan November sumber air Seropan itu difungsikan tetapi pihaknya mengaku masih membutuhkan bantuan air khususnya bagi daerah yang dilanda kekeringan dan belum tersentuh sumber air Seropan. Menurut dia, mengenai sarana dan prasarana saluran pihaknya memastikan bahwa pipa-pipa dalam keadaan utuh dan laik pakai.

das

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…