Rabu, 2 September 2009 09:37 WIB News Share :

Diadukan ke polisi, Kak Seto klarifikasi

Jakarta–Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA) Seto Mulyadi membantah dirinya telah menculik kedua anak Martina Gunawan, Imanuel (12) dan Rafael(7). Pria yang akrab disapa Kak Seto ini mengaku siap menjalani proses hukum jika dirinya harus dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

“Saya menghormati hukum, kalau dipangil saya akan jelaskan semuanya,” ujar Kak Seto, Rabu (2/9).

Kak Seto mengatakan, pihaknya untuk saat ini menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian.

“Kami tetap menyerahkan ke polisi, sementara itu dulu, kalau diizinkan kami akan segera bertemu untuk menjelaskan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ibunda Imanuel dan Rafael, Martina Gunawan melaporkan Kak Seto atas dugaan penculikan kedua anaknya ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya pada Selasa (1/9) sore.

Dalam kesempatan terpisah, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Sujudi Aryo Seto mengatakan Imanuel dan Rafael telah datang ke Polres Jakbar pada 28 Agustus 2009.

“Anak ini awalnya melapor ke Komnas PA. Tapi saat penyelidikan tanggal 28 Agustus, anak-anak ini datang melapor ke sini karena trauma oleh ibunya yang sering menganiaya anaknya,” kata Sujudi saat dihubungi wartawan.

Sujudi menambahkan, kedua anak tersebut kini diamankan polisi.

“Ada di suatu tempat yang aman. Tidak kami beritahu ibunya karena anaknya masih trauma terhadap ibunya. Takut mengganggu psikologis anaknya,” kata Sujudi.

Imanuel dan Rafael sedang bermain sepeda di depan rumahnya di Perumahan Citra Garden II, Cengkareng, Jakarta Barat pada 28 Agustus 2009. Tetapi, kakak beradik itu tidak pulang hingga menjelang malam.

Pada 29 Agustus 2009, Martina melaporkan kasus tersebut ke Polres Jakarta Barat. Namun, Martina terkejut karena ternyata Roostiningsih, anggota Komnas PA melaporkan Martina ke Polres Jakarta Barat atas tuduhan penganiayaan terhadap anaknya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…