Rabu, 2 September 2009 14:35 WIB News Share :

BMKG
Musim kemarau diperkirakan sampai awal Oktober

Yogyakarta–Musim kemarau diperkirakan sampai awal Oktober, setelah itu mulai memasuki musim hujan, kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Toni Agus Wijaya, Rabu (2/9).

Ia mengatakan pengaruh dari fenomena El Nino menyebabkan musim kemarau lebih panjang sedikit.
“Meski El Nino pengaruhnya lemah, namun musim kemarau menjadi lebih panjang dari biasanya,” katanya.

Sehingga, kata dia, pada Oktober mendatang yang semestinya sudah memasuki musim hujan, tetapi kemungkinan masih kemarau, karena fenomena El Nino.
“Diperkirakan hingga awal Oktober masih musim kemarau, dan mulai musim hujan pada pertengahan Oktober,” katanya.

El Nino adalah fenomena alam, bukan badai. Secara ilmiah diartikan meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya. Secara fisik El Nino tidak dapat dilihat.

Toni mengatakan karena suhu muka laut di Pasifik cenderung lebih panas, menyebabkan semua awan tertarik ke kawasan Pasifik. Akibatnya, di atas Pulau Jawa awannya berkurang.

“Adanya fenomena El Nino ini, bisa berdampak terjadi kekeringan. Namun, kali ini El Nino pengaruhnya lemah, sehingga musim kemarau tidak panjang dan tidak terjadi kekeringan,” katanya.

Mengenai hujan ringan yang terjadi sejak dua hari terakhir di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah selatan, menurut dia hal itu karena angin dari selatan di atas wilayah DIY berbelok ke barat.

“Akibatnya, awan sempat terhenti sebentar, sehingga terjadi hujan ringan,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut dia diperkirakan masih terjadi hingga satu atau dua hari ke depan, dan setelah itu normal kembali.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…