Rabu, 2 September 2009 13:54 WIB Ah Tenane Share :

Baju ijo

020909ahtenaneTenaga Jon Koplo sebagai ”pendekar kampung” sudah tidak diragukan lagi. Dalam hal kerja sosial, pentolan karang taruna sebuah desa pinggiran Solo ini memang terkenal sregep dan penuh tanggung jawab.
Maka tak heran ketika Bu Lady Cempluk, tetangganya desanya punya gawe mantu, Koplolah yang dipasrahi menyebar undangan ke beberapa orang di desa sekitar.
Alhasil, semua undangan telah tersebar dengan lancar. Tinggal satu orang yang merupakan teman Bu Cempluk sewaktu SMA yang sekarang jadi lurah di Desa Karang Pung, daerah yang paling jauh.
Koplo pun berangkat dengan sepeda motornya. Sesampai di Desa Karang Pung ia bertanya kepada penduduk setempat, ”Nuwun sewu Bu, mau tanya, dalem-nya Pak Lurah di mana njih?” tanya Koplo kepada seorang ibu.
”Ooo… itu lho Mas, yang pinggir jalan, nomor dua,” jawab orang itu.
”Matur nuwun Bu,” ucap Koplo langsung berpamitan.
Namun sampai di lokasi yang dituju, Koplo malah bingung. ”Wadhuh, pinggir kulon dalan, apa etan dalan ya? Mau lali ra takok.”
Daripada mindhon-gaweni, Koplo pun langsung menuju ke salah satu rumah dan bertanya kepada seorang bapak yang ada di emper rumah tersebut. ”Pak, numpang tanya, apa Bapak pirsa dalem-nya Pak Lurah?” ”Oh, lha itu Mas, yang nomor dua dari pinggir sini. Memangnya ada apa ta?”
”Nggak ada apa-apa kok Pak, cuma mau tanya saja. Terima kasih ya Pak,” jawab Koplo sekenanya. ”Mau tahu urusan orang saja,” batin Koplo sambil ngeloyor pergi menuju rumah yang dimaksud.
”Kula nuwun, Bu. Apa benar di sini dalem-nya Pak Lurah?” tanya Koplo. ”Ya, benar Mas, ada apa ya?” kata Bu Lurah. ”Bisa ketemu dengan Pak Lurah, Bu?”
”Oh, itu Mas, Bapak lagi dolan ke tetangga. Lha itu, ada di emperan rumah. Pak Lurah yang pakai baju ijo,” jawab Bu Lurah.
Koplo njenggirat kaget, ”We lha! Berarti bapak yang tadi itu…”  Kiriman Dwiyanto, Mahasiswa Fakultas Teknik UNS Solo.

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…