Rabu, 2 September 2009 17:15 WIB News Share :

Atasi kenaikan harga gula, Pemprov segera gelar pasar murah

Semarang (Espos)–Pemerintah Provinsi (Pemprov Jateng) secepatnya menggelar pasar murah gula, menyusul melambungnya harga komoditas tersebut di pasar yang telah mencapai harga Rp 10.000/kg.

“Saya telah menginstruksikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng segera lakukan pasar murah gula,” kata Gubernur Jateng Bibit Waluyo kepada wartawan seusai melakukan rapat koordinasi dengan Disperindag dan pihak-pihak terkait membahas masalah gula di Kantor Gubernur Jl Pahlawan, Kota Semarang, Rabu (2/9).

Pelaksanaan pasar murah gula, lanjut Bibit merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Perdagangan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah pada bulan Ramadan dan menghadapi Lebaran.

Lebih lanjut Gubernur menyatakan harga gula penjualan dalam pasar murah ditetapkan senilai Rp 7.000/kg, serta pembelian dibatasi tiap satu orang hanya sebanyak 2 kg gula.

“Untuk teknisnya dan titik-titik penyaluran serta waktunya akan dibahas lebih lanjut oleh Disperdindag Jateng besok pagi,” tandasnya.

Tentang berapa ton gula yang disiapkan untuk kebutuhan pasar murah, Bibit menyetakan belum bisa memastikan, sebab harus dilakukan identifikasi secara seksma disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

“Belum tahu berapa ton kebutuhan gula untuk pasar murah di Jateng. Harus dihitung dulu. Ini tugas tim dari Disperindag,” ujarnya.

Menurut Gubernur stok gula di Jateng masih mencukupi kebutuhan yakni sebanyak 61.000 ton. Masih bisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Lebaran mendatang. Mengingat kebutuhan total gula masyarakat Jateng setiap bulan sebanyak 30.000 ton.

oto

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…