Selasa, 1 September 2009 14:35 WIB News Share :

TNI AL
Tidak ada kegiatan wisata di Pulau Jemur

Pekanbaru–Malaysia mengklaim Pulau Jemur di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, sebagai bagian tujuan wisata bahari mereka. Namun demikian, Pangkalan TNI AL Dumai memastikan, tidak ada kegiatan wisata di pulau yang berada di Selat Malaka itu.

“Kita pastikan tidak ada kegiatan wisata dari pihak manapun di Pulau Jemur itu. Dan Pulau Jemur itu masih menjadi bagian dari NKRI. Jadi kalau ada yang mengklaim di sana sebagai tujuan wisata Malaysia, jelas tidak benar. Tidak ada kegiatan wisata di sana,” kata Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal), Dumai Kol (L) Aris Sumarsono, Selasa (1/9).

Dia menyebut, tidak adanya kegiatan wisata dari pihak luar itu dapat dipastikan, karena Pulau Jemur ada post TNI AL yang saban hari bertugas di sana. Dengan adanya pos tersebut, maka TNI AL dapat memastikan tidak ada satu kegiatan wisata apapun di pulau tersebut.

“Saya dapat pastikan itu, karena memang personil kita bertugas di pulau terluar itu. Di sana ada 5 personil kita yang saban hari memantau gugusan pulau-pulau terluar di sekitar Pulau Jemur itu. Dan di Pulau Jemur juga ada dinas navigasi,” kata Aris.

Aris juga mengatakan, pihaknya tidak akan menambah personilnya di kawasan Pulau Jemur terkait isu tersebut.

“Tidak perlu ada penambahan personil. Karena memang  Pulau Jemur itu bagian dari negara kita. Dan saya pastikan kembali, tidak ada kegiatan wisata apapun di kawasan itu, terkecuali nelayan,” tukas Aris.

Informasi mengenai penawaran Pulau Jemur sebagai daerah tujuan wisata tersebut dapat diakses di sejumlah situs pariwisata Travel Journal dan laman Osvaja.net. Situs tersebut menyebutkan bahwa Pulau Jemur sebagai destinasi wisata Negara Bagian Selangor, Malaysia.

Dalam situs Travel Journal dicantumkan lokasi dan peta Pulau Jemur yang dikatakan masuk dalam wilayah Selangor, Malaysia.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…