Selasa, 1 September 2009 18:52 WIB Ekonomi,Solo Share :

Produsen Jamu Al-Ghuroba' bantah terkait terorisme

Solo (Espos)–Produsen dan distributor produk-produk Islami Al-Ghuroba’ membantah terkait dengan aktivitas terorisme serta kejadian-kejadian yang terjadi selama beberapa waktu terakhir sehubungan dengan kelompok yang menggunakan kata Al Ghuroba dan sebagainya.

Hal itu menyusul adanya temuan pihak kepolisian tentang majelis atau organisasi Al Ghuroba yang dibentuk di Pakistan dan terkait dengan tindak teroris seperti diungkap beberapa media massa.

“Kami telah menggunakan nama Al-Ghuroba’ sejak tahun 1994, tidak terkait sama sekali dengan aktivitas apapun dengan organisasi Al Ghuroba Pakistan dan cabang-cabangnya maupun petingginya,” ujar Pemilik Perusahaan Jamu Al-Ghuroba’, Widodo dalam keterangan pers yang diterima <I>Espos<I>, Selasa (1/9).

Widodo menuturkan pada awalnya perusahaan itu didirikan semata-mata untuk memproduksi dan mendistribusikan produk-produk herbal berkualitas yang berbasis madu, jintan hitam, minyak zaitun, minyak jintan hitam serta bahan alami lainnya yang merupakan hasil bumi dalam negeri, seperti temu lawak, kunir putih, jahe merah dan sebagainya.

Widodo menyatakan penggunaan istilah Al Ghuroba banyak dipakai orang, termasuk yang terkait kegiatan teroris. Namun Widodo menegaskan pihaknya tidak mendukung terorisme.

sry

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…