Selasa, 1 September 2009 17:28 WIB News Share :

Kak Seto diadukan ke polisi

Jakarta–Martina melaporkan Komnas Perlindungan Anak (PA) ke Mapolda Metro Jaya. Lembaga yang dikomandani Seto Mulyadi ini dituding telah menculik Imanuel,12, dan Rafael,7, buah hati Martina.

“Yang kami laporkan Ibu Roostiningsih dan  kedua Kak Seto Muliadi,” kata kuasa hukum Martina, Pramudya, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (1/9).

Pramudya mengungkapkan, Imanuel dan Rafael bermain sepeda di depan rumahnya di Perumahan Citra Garden II, Cengkareng, Jakarta Barat pada 28 Agustus 2009. Tetapi, kakak beradik itu tidak pulang hingga menjelang malam.

“Malam hari itu, Martina langsung lapor ke pospol,” ujarnya.

Pada 29 Agustus 2009, Martina melaporkan kasus tersebut ke Polres Jakarta Barat. Namun, Martina terkejut karena ternyata Roostiningsih, anggota Komnas PA melaporkan Martina ke Polres Jakarta Barat atas tuduhan penganiayaan terhadap anaknya, Imanuel dan Rafael.

“Martina setiap hari berangkat kerja dari pagi hingga malam. Dan malam tanggal 28 Agustus pulang jam 21.00 WIB, mana mungkin ada penganiayaan,” kata Pramudya.

Akhirnya, Martina memutuskan untuk melaporkan Roostina dan Kak Seto ke Polda karena menduga KPAI yang menyembunyikan anaknya. “Yang selama ini bermasalah dengan Martina kan mereka,” ungkapnya.

Dianiaya Ibu

Dalam kesempatan terpisah,  Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Sujudi Aryo Seto mengatakan Imanuel dan Rafael telah datang ke Polres Jakbar pada 28 Agustus 2009.

“Anak ini awalnya melapor ke Komnas PA. Tapi saat penyelidikan tanggal 28 Agustus, anak-anak ini datang melapor ke sini karena trauma oleh ibunya yang sering menganiaya anaknya,” kata Sujudi saat dihubungi wartawan.

Sujudi menambahkan, kedua anak tersebut kini diamankan polisi. “Ada di suatu tempat yang aman. Tidak kami beritahu ibunya karena anaknya masih trauma terhadap ibunya. Takut mengganggu psikologis anaknya,” kata Sujudi.

Sekjen KPAI, Merdeka Sirait membantah tuduhan Martina. Menurutnya, kedua anak Martina ada di polisi. “Mereka dalam perlindungan kepolisian,” kata Merdeka.

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja untuk posisi kepala produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Banner Toko

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…