Selasa, 1 September 2009 17:11 WIB News Share :

BPS
Impor gula bukan solusi

Jakarta–Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, solusi untuk meredam peningkatan harga gula saat ini adalah dengan mengamankan jalur distibusinya bukan dengan mengimpor gula.

“Saat ini harga gula di luar negeri lebih mahal, kalau membuka kran impor ya sama saja, tetap akan naik, kecuali disubsidi,” katanya di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, saat ini pasokan (penawaran) gula mencukupi untuk kebutuhan nasional. Namun yang menjadi masalah adalah pada jalur distribusinya.

Menurut dia, saat ini banyak para pengusaha yang menimbun gula agar tidak beredar di masyarakat untuk sementara waktu, karena berharap harga gula akan meningkat seiring dengan penguatan harga di pasar internasional.

“Jadi mereka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Dengan ekspektasi peningkatan harga gula di pasar internasional, tentunya juga akan meningkat di pasar domestik,” katanya.

Untuk itu, menurut dia, sedianya pemerintah harus mengamankan jalur distribusi gula sehingga harga tetap terkendali. Ia menambahkan, peningkatan harga gula saat ini tidak begitu mengkhawatirkan untuk tingkat inflasi secara keseluruhan.

“Sebab peningkatan harga gula kan tidak serta merta menaikan harga barang lainnya. Misalnya sandang yang kita perkirakan malah turun karena ada discount dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, peningkatan harga gula pada bulan Agustus ini telah menyumbang inflasi sebesar 0,05 persen dari total inflasi bulan Agustus yang mencapai 0,56 persen.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…