internet
Senin, 31 Agustus 2009 17:33 WIB Wonogiri Share :

Ultimatum Malaysia, Bupati layangkan surat ke Presiden

Wonogiri (Espos)–Bupati Wonogiri yang juga Ketua Paguyuban Reog Indonesia, Begug Poernomosidi melayangkan surat pernyataan sikap yang telah ditandatangani sedikitnya 30 elemen masyarakat Wonogiri kepada Presiden.

Di dalam surat pernyataan sikap tersebut, Pemerintah Indonesia diminta menekan Pemerintah Malaysia untuk mengembalikan aset kebudayaan dan kesenian bangsa. Ada 30 elemen masyarakat di antaranya dari kalangan Seniman dan Budayawan, yang telah menandatangani surat pernyataan tersebut.

Dia mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya akan membentuk panitia kecil untuk mendesak pemerintah Indonesia untuk menekan Pemerintah Malaysia.
Menurutnya, waktu dua bulan yang diberikan kepada Pemerintah Malaysia tersebut dinilai cukup untuk mengembalikan 20 ragam aset bangsa yang berupa naskah kuno, motif batik maupun lagu-lagu daerah.
“Kami akan datangi Kantor Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta dan demonstrasi.” Jelasnya ketika dijumpai wartawan, Senin (31/8).

Lebih lanjut, dia mengatakan tidak hanya aset daerah yang dikembalikan tetapi juga pulau Ambalat. Untuk itu, sambung dia surat pernyataan tersebut telah dilayangkan kepada Presiden, Menteri dan Kantor Kedutaan Besar Malaysia, agar pemerintah segera menentukan sikap.

“Pulau Ambalat juga harus dikembalikan karena itu merupakan bagian dari wilayah Indonesia,” jelasnya.

Dia menegaskan, kejadian klaim yang dilakukan negara lain atas kebudayaan dan aset bangsa harus dihentikan. Menurutnya, Pemerintah Indonesia harus memiliki data secara rinci dan mengupayakan hak paten atas aset itu.

das

lowongan pekerjaan
NUSANTARA SAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….