Senin, 31 Agustus 2009 18:56 WIB Ekonomi Share :

Soloraya jadi tujuan relokasi industri tekstil

Solo (Espos)–Wilayah Soloraya menjadi tujuan relokasi puluhan industri tekstil dan garmen dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya. Ketersediaan infrastruktur, seperti lahan, sumber energi listrik, sumber air, serta transpotasi menuju pelabuhan laut dan bandar udara menjadi salah satu faktor daya tarik.

Demikian dikemukakan Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Tengah, Djoko Sentosa saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (31/8).

“Faktor lain yang menjadi daya tarik relokasi industri adalah karena di wilayah Soloraya juga masih tersedia tenaga kerja yang relatif murah dan didukung oleh regulasi atau kebijakan pemerintah daerah setempat yang mempermudah perizinan untuk investasi. Faktor sosial budaya juga menjadi salah satu pertimbangan karena kultur masyarakat di Soloraya masih homogen, sehingga tidak menimbulkan gap bagi karyawan yang bekerja,” tutur Djoko.

Lebih lanjut Djoko mengatakan, meski lahan yang tersedia di wilayah Jawa Timur (Jatim) sesungguhnya tidak kalah luas dibanding Jateng, pengusaha tekstil dan garmen nasional cenderung enggan berinvestasi atau merelokasi pabriknya ke sana. Pasalnya, menurut dia, situasi sosial budaya di Jatim cenderung kurang kondusif lantaran sering timbul gejolak sosial, meski pemerintah daerah setempat juga mempermudah perizinan.

Dari tujuh kabupaten/kota di wilayah Soloraya, menurut Djoko, Kabupaten Sragen menjadi wilayah yang paling banyak dituju untuk relokasi industri tekstil dan garmen. Selain lahan, Djoko mengungkapkan Pemkab Sragen juga getol menarik investasi dengan cara melakukan promosi dan lobi.

Sragen juga mempermudah perizinan dengan membentuk lembaga pelayanan perizinan satu atap. Di susul kemudian Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali.

Sementara di Kota Solo, Pemkot juga memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan meskipun lahan yang ada terbatas.

”Menurut Saya, di wilayah Jateng hanya wilayah Soloraya yang menjadi tujuan relokasi industri garmen. Di wilayah lain, seperti Semarang, Kedu dan pantura bukan menjadi tujuan utama. Kalau pun ada investasi yang masuk ke sana, bukan industri garmen dan tekstil tapi sektor lain,” ungkapnya.

sry

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….