Senin, 31 Agustus 2009 15:15 WIB News Share :

Menhan
Kapal pengangkut senjata Pindad salah jalur

Jakarta–Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menilai, penahanan kargo bermuatan 50 senapan buatan pindad jenis SS1-V1, dan beberapa perlengkapan militer akibat tidak sesuainya prosedur perjalanan kapal. Kapal berbendera Panama bernama “Capt Ufuk” semestinya langsung menuju Manila, tidak singgah ke lokasi lain.

“Keterangan polisi Filipina, kapal berbendera Panama itu seharusnya berlabuh langsung ke Manila untuk menurunkan senjata genggam milik Filipina,” kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/8).

Menurut Menhan, pemerintah Filipina sendiri hanya memesan sepuluh pucuk senapan genggam. Namun sebelum senjata diserahkan, kapal justru singgah ke lokasi lain. Dan akhirnya, tertangkap petugas Bea dan Cukai Filipina.

Menteri Juwono menyebut, kesalahan prosedur perjalanan itu lantaran sang kapten kapal yang berasal dari Afrika Selatan menerima telepon dari pemasok senjata.

“Kapten kapal itu ditelepon pemasok untuk singgah sebelum berlabuh ke Manila. Di situ kesimpangsiurannya,” jelasnya.

Selain permasalahan prosedur perjalanan kapal, Menhan mengakui, adanya keterangan perihal hilangnya senapan laras panjang yang diperuntukkan negara Mali. Hilangnya senjata ini justru terjadi saat kapal singgah di tempat yang sebelumnya tidak dijadwalkan.

“Di tengah jalan pulau Bataan, 15 dari 20 kotak senjata SS1 itu sempat raib,” ujar Menhan.

Meski demikian, Menteri Juwono memastikan bila penjualan senjata asal Pindad telah memenuhi prosedur tetap yang ditetapkan pemerintah Indonesia. “Waktu dari sini sudah sah, dan disaksikan TNI dan Polri,” tegasnya.

Menhan menambahkan, saat ini tengah terjalin kerjasama antar kepolisian Indonesia dan Filipina untuk mengungkapnya.

Sebelumnya, petugas Bea dan Cukai Filipina menahan sebuah kapal kargo berbendera Panama bernama Capt Ufuk di lepas Pantai Mariveles, Bataan, Kamis (20/8) lalu.

Petugas Filipina menemukan 50 senapan buatan Pindad jenis SS1-V1 dan beberapa perlengkapan militer lainnya. Petugas juga menemukan 10 peti kayu kosong. Mereka menduga sebagian isi peti itu sudah sempat dibongkar sebelum ketahuan aparat.

kompas/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…