Senin, 31 Agustus 2009 16:20 WIB Internasional Share :

Menang Pemilu Jepang, Hatoyama mulai bahas pemerintahan baru

Tokyo–Partai pemenang pemilu, Democratic Party of Japan (DPJ), mulai memikirkan formasi pemerintahannya dan membahas kebijakan yang akan diambil. Nama-nama yang akan masuk dalam kabinet yang baru juga mulai disusun.

Calon Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama, saat ini tengah bekerja keras dalam menyusun langkah-langkah selanjutnya dalam menghadapi tantangan besar dan juga untuk dapat keluar dari malaise ekonomi yang panjang ini. Baik memikirkan kebijakan ke depan maupun membahas nama-nama yang akan masuk dalam kabinet yang baru.

Demikian seperti dilansir situs berita AFP, Senin (31/8).

DPJ memenangi pemilu Jepang Minggu (30/8) kemarin, dengan memperoleh 308 kursi dari total 480 kursi di DPR. Kemenangan ini mengakhiri dominasi konservatif Liberal Democratic Party (LDP) yang menguasai Jepang selama setengah abad terakhir.

Hatoyama akan secara resmi ditetapkan sebagai PM Jepang yang baru dua minggu mendatang. Dia pun telah dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan majelis umum PBB di New York dan pertemuan G20 di Pittsburgh September mendatang. Pemerintahan Hatoyama diprediksi akan berkoalisi dengan Social Democratic Party (SDP) dan People’s New Party.

“Kita tidak akan memaksakan kebijakan kita. Kita harus lebih bersabar dan memilih orang-orang yang paham betul dengan situasi saat ini,” ujar Hatoyama kepada NHK.

DPJ merupakan partai yang solid tapi tidak begitu sepakat dengan aliansi Jepang-Amerika Serikat. DPJ lebih cenderung memperkuat perekonomian regional dan mempromosikan bentuk Uni Eropa di Asia yang nantinya bisa memiliki persamaan mata uang.

Pemerintahan Hatoyama diprediksi akan menghadapi tugas berat untuk menghidupkan kembali perekonomian Jepang pasca resesi terburuk dalam satu dasawarsa terakhir, yang jumlah penganggurannya mencapai 5,7 persen. Namun, DPJ telah berjanji untuk lebih memfokuskan perekonomian pada industri rumahan dibanding industri besar, yang dimaksudkan untuk mendorong permintaan domestik serta meningkatkan angka kelahiran dengan target jumlah populasi keseluruhan menurun.

“Menang dalam pemilu merupakan peristiwa bersejarah, tapi ini masih tahap awal. Tidak ada tempat untuk kebimbangan dan kemalasan. Jepang harus bergerak maju, melupakan hal yang telah berlalu, atau kita tidak akan mampu untuk mengatasi ketimpangan sosial dan kondisi ekonomi saat ini,” ujar Noriko Hama, Profesor Ekonomi di Sekolah Bisnis Doshisha di Kyoto.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…