Senin, 31 Agustus 2009 17:20 WIB Boyolali Share :

JPU tak siap tuntutan, sidang kasus buku ajar ditunda

Boyolali (Espos)–Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi buka ajar, Senin (31/8), kemarin digelar tidak lebih dari dua menit. Majelis hakim menunda sidang yang sedianya beragendakan pembacaan tuntutan tersebut karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap dengan tuntutannya.

Anggota tim JPU, Hadi Sulanto ,di hadapan kepada majelis hakim, menyatakan pihaknya belum siap dengan tuntutannya tanpa menyebut alasannya. Ia meminta majelis hakim memberi waktu hingga Senin pekan depan untuk menyiapkan tuntutan.

“Kami minta agar JPU segera menyelesaikannya hingga pekan depan, jangan tidak siap lagi. Begitu juga dengan terdakwa, sudah bisa menyusun pembelaan. Tak perlu menunggu tuntutan,” ujar Kusno yang memimpin sidang.

Dicegat seusai sidang, Hadi kembali enggan membeberkan ketidaksiapannya membacakan tuntutan. Setelah didesak, ia mengaku pihaknya belum rampung menyusun tuntutan. Hadi pun enggan memberi bocoran berapa lama hukuman yang diajukan dalam tuntutan.

Sementara kedua terdakwa, Sarwidi dan Soeparno, yang tampak lebih segar dari sidang sebelumnya enggan memberi komentar. Ia meminta wartawan untuk mewawancari kuasa hukumnya, Tukinu.

Tukinu menyatakan penundaan pembacaan tuntutan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh JPU apalagi untuk kasus korupsi. Meski demikian ia berharap sidang tersebut tidak ditunda terlalu lama.

kha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…