Senin, 31 Agustus 2009 10:54 WIB Ekonomi Share :

Biaya selamatkan Century dari LPS

Jakarta–Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan, Firdaus Djaelani, menegaskan seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkan PT Bank Century Tbk. berasal dari kekayaan lembaganya.

“Kekayaan LPS per 31 Juli 2009 mencapai Rp 18 triliun,” kata Firdaus. “Sebesar Rp 14 triliun diantaranya berasal dari premi bank peserta penjaminan dan hasil investasi yang ditempatkan di Surat Utang Negara dan Sertifikat Bank Indonesia.”

Penyelamatan bank itu, menurut Firdaus, sudah dilakukan sesuai prosedur. Jumlah tambahan modal yang disetorkan LPS kepada Bank Century mencapai Rp 6,76 triliun.

“Seluruhnya didasarkan atas hasil penilaian Bank Indonesia sebagai otoritas pengawas perbankan, sehingga bank itu bisa memenuhi ketentuan tingkat kesehatan bank,” katanya.

Firdaus merinci pertama, pada 23 November 2008 dikucurkan dana Rp 2,78 triliun untuk memenuhi rasio kecukupan modal (CAR) hingga 10 persen. Meskipun aturan BI menyebutkan bank minimum memiliki rasio kecukupan modal 8 persen atau setara dengan Rp 2,65 triliun.

Kedua, pada 5 Desember 2008 dikucurkan lagi Rp 2,2 triliun untuk kebutuhan likuiditas sampai dengan dengan 31 Desember 2008.

Ketiga, pada 3 Februari 2009 dikucurkan Rp 1,15 triliun untuk menutup kebutuhan rasio kecukupan modal berdasarkan hasil assessment BI atas perhitungan direksi Bank Century.

Terakhir, pada 21 Juli 2009 dikucurkan Rp 630 miliar untuk menutup kebutuhan rasio kecukupan modal berdasarkan hasil assessment BI atas hasil audit Kantor Akuntan Publik.

Menurut Firdaus, lembaganya menangani Bank Century berdasarkan Keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan Keputusan Komite Koordinasi (KK) pada 21 November 2008. Saat itu diputuskan menyerahkan Bank Century kepada LPS untuk ditangani sesuai Undang-Undang LPS.

“Berdasarkan UU LPS, penanganan bank gagal yang berdampak sistemik dilakukan dengan upaya melakukan penyelamatan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sejak ditangani LPS kondisi keuangan Bank Century sudah membaik. Sampai dengan 31 Juli 2009 bank itu telah membukukan laba sebesar Rp 199 miliar.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…