Minggu, 30 Agustus 2009 20:18 WIB Ekonomi Share :

Harga Sembako cenderung stabil

Solo (Espos)–Harga sejumlah barang-barang kebutuhan pokok (Sembako) di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo, Minggu (30/8), cenderung stabil. Meski demikian, harga gula pasir di tingkat eceran masih tinggi dengan harga jual rata-rata berkisar antara Rp 9.300/kilogram (kg) hingga Rp 9.500/kg.

Dari pantauan <I>Espos<I>, Minggu, harga beras jenis C4 biasa masih berada di kisaran Rp 5.500/kg hingga Rp 5.600/kg. Sementara beras jenis C4 super harganya antara Rp 6.000/kg hingga Rp 6.300/kg. Untuk beras jenis menthik, rata-rata dijual dengan harga Rp 6.000/kg hingga Rp 6.300/kg. Khusus untuk ketan putih harganya naik dari harga semula di kisaran harga Rp 8.000/kg menjadi Rp 9.000/kg.

Sementara itu, harga eceran minyak goreng curah super juga masih stabil yakni senilai Rp 9.000/kg, sedangkan minyak goreng curah sawit senilai Rp 8.500/kg. Harga daging ayam berada di kisaran Rp 21.000/kg hingga Rp 22.000/kg. Sedangkan telur ayam rata-rata dijual dengan harga Rp 12.000/kg.

“Harga Sembako sejauh ini cukup stabil. Untuk gula memang masih tinggi. Hari ini saya masih menjual gula pasir dengan harga Rp 9.500 per kilogram,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Legi, Sutarti, 72, ketika ditemui <I>Espos<I> di kiosnya.

Untuk pasokan barang, Sutarti menuturkan hingga kemarin dirinya masih mudah memperoleh sejumlah barang-barang kebutuhan pokok relatif lancar dari para pemasok yang sudah menjadi langganannya.

“Untuk pasokan sejauh ini masih lancar, saya bisa memperoleh barang seperti beras, gula pasir, minyak goreng dan beberapa jenis lainnya tepat waktu,” kata Sutarti.

Sutarti mengatakan untuk harga beras tidak tertutup kemungkinan akan naik lagi menjelang Lebaran nanti. Sebab kebutuhan masyarakat akan beras menjelang perayaan Lebaran tersebut, menurut Sutarti, dipastikan akan meningkat dengan jumlah yang lebih besar dibanding pada saat awal-awal Bulan Puasa lalu.

“Biasanya harga beras akan naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Tapi mudah-mudahan tahun ini kenaikannya tidak terlalu drastis karena hingga saat ini harga barang-barang lainnya sudah cukup tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut keterangan sejumlah pedagang, memasuki pertengahan Bulan Puasa 2009 ini jumlah pembeli mulai turun dibanding pada awal-awal Bulan Ramadan, meskipun masih ada pelanggan tetap yang rutin berbelanja Sembako di kios mereka.

“Kalau dibandingkan awal-awal Puasa jumlah yang berbelanja memang berkurang. Hari ini pasar bahkan mulai sepi. Biasanya pasar baru mulai ramai lagi sepekan sebelum Lebaran,” tutur salah seorang pedagang lainnya, Hari.
sry

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…