Minggu, 30 Agustus 2009 20:26 WIB Karanganyar Share :

Agen bus malam mulai persiapkan mudik

Karanganyar (Espos)–Awal bulan puasa, sejumlah agen bus malam di Terminal Tegalgede Karanganyar mengeluhkan sepinya penumpang. Sementara, dari paguyubanpun belum mempersiapkan langkah antisipasi menjelang mudik Lebaran.

Hal ini disampaikan Ketua Paguyuban Agen Bis Malam (Bismajaya), Sri Basuki menyikapi sepinya penumpang, sejak Bismajaya pindah dari Subterminal Jungke ke Terminal Induk Tegalgede. Sri Basuki yang mengelola penjualan tiket PO Antar Jaya, mengatakan sudah sejak Rabu (26/8) lalu tidak melayani penumpang.

“Karena kondisinya sepi seperti ini, maka kalau kami menyusun rencana dan persiapan buat Lebaran, sepertinya percuma,” tutur Sri saat ditemui <I>Espos<I> di Terminal Tegalgede, Minggu (30/8). Hanya saja, jika kondisi masih memungkinkan paguyuban akan mengadakan pertemuan darurat pertengahan September mendatang, menghadapi arus mudik dan balik Lebaran. “Itu pun sejauh kemampuan kami.”

Pengalaman tahun-tahun lalu, lanjut Sri, sebelum bulan puasa anggota paguyuban sudah mempersiapkan bagaimana kesiapan armada dan batasan-batasan penjualan jumlah tiket. “Batasan-batasan penjualan jumlah tiket ini, maksudnya adalah jumlah maksimal satu agen bisa menjual tiket. Jika sudah mencapai jumlah tiket maksimal, maka dialihkan ke agen yang belum mendapatkan penumpang.” Tetapi, persiapan ini belum direncanakan.

“Yang jelas, sampai saat ini kami melihat bahwa kondisi terminal dan jalur baru belum optimal. Masih banyak penumpang kami, yang dari Karanganyar bagian selatan, langsung turun ke Jungke, atau langsung ke Solo, atau justru lewat Wonogiri dan Sukoharjo,” tambah Sekretaris Bismajaya, Parwoto.

Kendati, lanjut Parwoto, sebelumnya sudah ada kesepakatan antara paguyuban, perusahaan otobus, dan dinas terkait bahwa semua angkutan umum dari arah selatan, yakni Jumapolo dan Jatipuro maupan dari arah Matesih dan Jumantono harus masuk ke Terminal Tegalgede dari pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

“Tetapi, setelah terakhir kami menerima peringatan itu pekan lalu, kami masih banyak kehilangan pasar, karena bus yang dari arah selatan masih kerap langsung menuju Jungke.”
Ia menambahkan, selama jalur belum bisa dikondisikan, maka pasar Bismajaya tetap sepi. Ditambahkan petugas agen PO Handoyo, Simpar Wiyono, yang sudah hampir sepekan puasa ini berjalan, juga belum mendapatkan penumpang. “Yang jelas, kondisi pasar tiket bus malam di sini <I>nglokro<I>. Tambah sepi. Keuntungan kami hilang kisaran 40%.”
haw

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….